Singapura Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Ambil Posisi di Peta Persaingan AI Global

- Minggu, 25 Januari 2026 | 02:15 WIB
Singapura Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Ambil Posisi di Peta Persaingan AI Global

“Penelitian berfungsi sebagai penggerak aktivitas utama dalam upaya AI kita,” tambahnya. “Ini untuk memajukan kemampuan teknis mendalam bangsa dan memastikan Singapura tetap berada di garis depan inovasi AI.”

Fenomena ini sebenarnya bukan cuma terjadi di Singapura. Banyak negara lain juga kalang kabut, berusaha agar tak tertinggal dalam lomba AI ini. Mereka ingin industri dan pekerja lokalnya tetap relevan.

Lihat saja Korea Selatan yang mensponsori turnamen-turnamen AI. Atau, ambil contoh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dengan modal yang melimpah, kedua negara Timur Tengah itu fokus membangun infrastruktur komputasi super canggih dan mendanai pengembangan model AI domestik, seperti Falcon.

Namun begitu, gelombangnya ternyata lebih luas lagi. Jepang, Kanada, dan India juga disebut-sebut sedang merancang strategi dan mengasah kemampuan AI mereka sendiri. Perlombaan ini terasa semakin panas, dan setiap negara mencari celah untuk unggul.

Dengan investasi triliunan rupiah ini, Singapura jelas sedang memasang strategi jangka panjang. Mereka tak mau cuma jadi penonton, tapi aktif membentuk masa depan teknologi di kawasan Asia Tenggara, bahkan dunia.


Halaman:

Komentar