Jenderal Ahmad-Reza Radan, sang Kepala Kepolisian Iran, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras. Ia memberi ultimatum tiga hari bagi para pengunjuk rasa yang disebutnya sebagai "perusuh" untuk menyerahkan diri. Menariknya, dia menjanjikan hukuman yang lebih ringan bagi mereka yang mematuhi seruan ini.
Dalam siaran televisi pemerintah, Radan berusaha membedakan para pelaku.
"Anak-anak muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan ini kami anggap sebagai orang yang tertipu, bukan tentara musuh," katanya.
Dan dia menambahkan, "Mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam."
Tapi, batas waktunya jelas: cuma tiga hari. Setelah itu, ancaman hukum yang lebih berat kemungkinan besar menanti.
Artikel Terkait
Dokter Richard Lee Ditahan Usai Praperadilan Ditolak dan Mangkir Pemeriksaan
Pakar Filsafat Peringatkan Ancaman Atropi Kognitif di Era Kecerdasan Buatan
Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng Timur Ludes Terbakar
Ribuan Ojol dan Buruh Kamtibmas Deklarasi Dukung Polri di Palembang