Jenderal Ahmad-Reza Radan, sang Kepala Kepolisian Iran, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras. Ia memberi ultimatum tiga hari bagi para pengunjuk rasa yang disebutnya sebagai "perusuh" untuk menyerahkan diri. Menariknya, dia menjanjikan hukuman yang lebih ringan bagi mereka yang mematuhi seruan ini.
Dalam siaran televisi pemerintah, Radan berusaha membedakan para pelaku.
"Anak-anak muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan ini kami anggap sebagai orang yang tertipu, bukan tentara musuh," katanya.
Dan dia menambahkan, "Mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam."
Tapi, batas waktunya jelas: cuma tiga hari. Setelah itu, ancaman hukum yang lebih berat kemungkinan besar menanti.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Pengedar Sabu di Jatiuwung, 1,5 Gram Sabu Disita
Foto Duta Besar AS di Ankara Picu Badai Kritik: Gubernur Kolonial atau Sekadar Protokol?
BGN Ungkap Kesenjangan Data Hambat Program Makan Bergizi Gratis
Miliaran Rupiah dari Tarif Jabatan Desa Diamankan dalam OTT Bupati Pati