Jenderal Ahmad-Reza Radan, sang Kepala Kepolisian Iran, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras. Ia memberi ultimatum tiga hari bagi para pengunjuk rasa yang disebutnya sebagai "perusuh" untuk menyerahkan diri. Menariknya, dia menjanjikan hukuman yang lebih ringan bagi mereka yang mematuhi seruan ini.
Dalam siaran televisi pemerintah, Radan berusaha membedakan para pelaku.
"Anak-anak muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan ini kami anggap sebagai orang yang tertipu, bukan tentara musuh," katanya.
Dan dia menambahkan, "Mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam."
Tapi, batas waktunya jelas: cuma tiga hari. Setelah itu, ancaman hukum yang lebih berat kemungkinan besar menanti.
Artikel Terkait
Underpass Mampang Prapatan Tergenang, Akses Lalu Lintas Ditutup Total
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal
Israel Serang Hotel di Beirut, 4 Tewas dan 10 Luka
Kapolri Pastikan Satgas Bencana Siaga Penuh untuk Mudik 2026