Jelang Lebaran, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional ternyata sudah tembus angka di atas ketentuan pemerintah. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan cuma Rp140 ribu per kilogram. Faktanya di lapangan, angka yang terpampang bisa mencapai Rp150 ribu.
Menteri Perdagangan Budi Santoso sendiri turun langsung ke Pasar Keramat Jati, Jakarta Timur, Rabu lalu. Dari pantauannya, harga daging sapi di sana beragam, mulai dari Rp130 ribu sampai yang Rp150 ribu per kilo. Artinya, ada selisih yang cukup signifikan dari patokan resmi.
"Di 550 titik pasar atau di sekitar 514 kabupaten kota, sampai sekarang alhamdulillah harga kebutuhan bahan pokok terkendali, pasokan terjamin, kemudian harga stabil,"
Begitu penjelasan Budi di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Ia bersikukuh bahwa situasi harga bahan pokok secara umum masih dalam kendali. Klaim ini ia sampaikan berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau seluruh Indonesia.
Namun begitu, melihat fakta harga daging yang melampaui HET, Kementerian Perdagangan tak tinggal diam. Budi menyebut, pihaknya siap berkoordinasi dengan satgas pangan, kementerian lain, dan para pemasok. Tujuannya jelas: mengantisipasi jika nanti ada lonjakan harga lebih lanjut.
Laporan: Eugene Siregar
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Rejuvenasi Peninsula Island di The Nusa Dua Capai 14,42 Persen, Akses Water Blow Hampir Rampung
Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Suara dan Wajah sebagai Tameng Hukum Lawan Deepfake AI
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp165.000 per Kilogram, Pangan Pokok Kompak Naik
ESDM Mulai Uji Coba B50 di Perkeretaapian, Target Implementasi Nasional Juli 2026