"Kami stand by dari kemarin. Sempat mengevakuasi warga di RT 17 RW 5. Ada empat KK yang kami bawa ke tempat aman karena ketinggian air semalam benar-benar ekstrem, sampai 210 cm," jelas Kendar.
Ia pun mengaitkan kejadian ini dengan hujan deras yang mengguyur kawasan hulu di Bogor. Air dari sana mengalir deras dan akhirnya meluap di Jakarta. Namun begitu, Kendar menyebut warga sudah lebih siap. Sebagian besar telah mengungsi lebih dini, sebelum banjir besar tiba, ke lokasi yang lebih aman.
Di sisi lain, upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan Pemprov DKI. Mereka mengerahkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama sepekan terakhir, termasuk di Selat Sunda hari ini. Tujuannya, memecah awan hujan agar tidak masuk secara ekstrem ke ibu kota.
Sayangnya, upaya itu belum sepenuhnya mampu mencegah bencana pagi tadi.
Hingga saat ini, petugas SAR gabungan masih terlihat bersiaga di lokasi. Mereka terus memantau pergerakan debit air dan memastikan keamanan warga yang memilih bertahan. Cuaca ekstrem masih mengancam dalam beberapa hari ke depan, jadi imbauan untuk tetap waspada terus digaungkan. Meski sebagian sudah mengungsi, situasinya belum benar-benar reda.
Artikel Terkait
Di Balik Senyum Lula Lahfah, Kisah Pilu GERD yang Tak Terungkap
Hujan Tak Kunjung Reda, Perbaikan Jalan Rusak di Jakarta Ditunda hingga Akhir Januari
Tragis di Kolam Senen, Remaja Tewas Usai Nyemplung untuk Berenang Santai
Indonesia Resmi Duduk di Dewan Perdamaian Dunia, Fokus Kawal Kemerdekaan Palestina