Mulai tanggal 13 Maret nanti, ada perubahan rute yang perlu diingat bagi pengguna Commuter Line jurusan Merak. Selama seminggu penuh, hingga 20 Maret 2026, kereta tidak akan sampai ke Stasiun Merak. Perhentian terakhirnya cuma di Cilegon.
Jadi, kalau tujuan akhir Anda adalah pelabuhan atau stasiun Merak, bersiaplah untuk pindah moda transportasi begitu turun di Cilegon. Itu inti pengumuman resmi dari KAI Commuter kemarin.
Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan alasan penyesuaian ini. "Penyesuaian layanan ini sudah biasa kami lakukan tiap tahun, terutama untuk mengatur lalu lintas kendaraan yang mau menyebrang lewat Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Ini antisipasi menyambut puncak arus mudik Lebaran 2026," ujarnya, Rabu (11/3).
Dia juga mengimbau para penumpang. "Kami minta semua pengguna patuh aturan selama perjalanan, jaga dan awasi anak-anak, ikuti arahan petugas. Tetap waspada, demi keselamatan bersama," lanjut Karina.
Nah, untuk layanan Commuter Line Merak yang terhubung dengan Jabodetabek, KAI bakal mengoperasikan 14 perjalanan sehari. Kapasitas yang disediakan mencapai 412.352 kursi. Menurut prediksi mereka, pengguna di lintas ini bakal menyentuh angka 299.259 orang naik tipis sekitar 1% dari realisasi tahun lalu.
Kalau dilihat secara keseluruhan, operasional KAI Commuter selama periode mudik tahun ini cukup masif. Di area Jabodetabek dan Merak, termasuk rute penutup ke Bandara Soekarno-Hatta, mereka menjalankan 1.149 perjalanan kereta setiap harinya.
Artikel Terkait
Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian Utang KCIC Sebelum Kaji Perpanjangan Kereta Cepat
SKK Migas dan Kontraktor Tandatangani Amendemen PJBG, Lifting Minyak Diproyeksi Naik 11.693 Barel per Hari
Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan
Persiapan Mudik: Lima Pengecekan Kendaraan Wajib untuk Hindari Mogok di Jalan