Solikin M. Juhro Jalani Uji Kelayakan Pertama untuk Kursi Deputi Gubernur BI

- Jumat, 23 Januari 2026 | 11:00 WIB
Solikin M. Juhro Jalani Uji Kelayakan Pertama untuk Kursi Deputi Gubernur BI

Uji kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia akhirnya dimulai. Pagi ini, Jumat (23/1), Komisi XI DPR RI memulai proses fit and proper test dengan kandidat pertama: Solikin M. Juhro.

Rapat digelar sekitar pukul setengah sepuluh pagi di ruang Komisi XI. Ketua Komisi, Misbakhun, yang memimpin jalannya sesi.

Dalam pembukaannya, Misbakhun menjelaskan bahwa proses ini untuk pengisian jabatan penuh selama lima tahun ke depan.

"Bapak Solikin M. Juhro adalah salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang diusulkan Bapak Presiden kepada pimpinan DPR, dilandasi usulan Gubernur Bank Indonesia," ujarnya.

Posisi Solikin saat ini adalah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, jabatan yang dipegangnya sejak 2023. Karirnya di bank sentral sendiri sudah panjang. Ia pertama kali bergabung dengan BI pada 1994, atau lebih dari tiga dekade lalu.

Sebelum memegang peran makroprudensial, pria kelahiran Surabaya tahun 1967 ini sempat memimpin Institut Bank Indonesia dari 2017 hingga 2022. Setelah itu, ia berpindah ke posisi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter sebelum akhirnya berpindah lagi setahun kemudian.

Dari segi pendidikan, latar belakang Solikin cukup solid. Ia menyelesaikan S1 di Universitas Airlangga pada 1991. Gelar master pertama diraih dari University of Michigan, AS, tahun 1998.

Tak berhenti di situ, gelar master keduanya ia peroleh dari Maryland University pada 2001. Puncaknya, gelar doktor di bidang ekonomi moneter dari Universitas Indonesia berhasil ia selesaikan empat tahun setelahnya.

Proses uji kelayakan ini akan menentukan siapa yang nantinya menduduki posisi strategis di BI untuk lima tahun mendatang. Hari ini, sorotan pertama tertuju pada Solikin.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar