Etihad Airways Rebut Gelar Maskapai Teraman Dunia, Pecahkan Dominasi Barat

- Jumat, 23 Januari 2026 | 09:06 WIB
Etihad Airways Rebut Gelar Maskapai Teraman Dunia, Pecahkan Dominasi Barat

Gelar maskapai paling aman di dunia untuk 2026 akhirnya punya pemilik baru. Bukan dari Eropa atau Amerika, melainkan dari kawasan Teluk. Etihad Airways, si bendera nasional Uni Emirat Arab, berhasil merebut posisi puncak dalam pemeringkatan tahunan dari AirlineRatings.com. Ini jadi sejarah, lantaran Etihad adalah maskapai pertama dari Timur Tengah yang berhasil mencapainya.

Menurut laporan Travel and Leisure, penilaiannya cukup ketat. Para peneliti di AirlineRatings.com mengulik banyak hal. Mereka melihat usia armada, program pelatihan pilot, audit keselamatan internasional, sampai catatan insiden serius dan pencegahan turbulensi. Nah, dari semua faktor itu, Etihad dinilai punya paket komplit.

Armadanya tergolong muda, teknologi di kokpit canggih, dan yang paling penting: rekam jejak bebas kecelakaan fatal. Tingkat insiden per penerbangannya juga disebut yang terendah di antara semua maskapai yang masuk daftar.

Tapi, jangan salah. Sharon Petersen, CEO Airline Ratings, mengingatkan bahwa semua maskapai di top 25 sebenarnya pernah mengalami insiden dalam dua tahun terakhir. Mulai dari tail strike sampai gangguan mesin. Hanya saja, angka kejadiannya sangat-sangat kecil.

“Semua maskapai dalam Top 25 adalah pemimpin dunia dalam keselamatan penerbangan,” tegas Petersen.

Dia bilang, tingkat insiden aktualnya cuma berkisar antara 0,002 sampai 0,09 per penerbangan. Angka yang, menurutnya, justru membuktikan betapa tingginya standar keselamatan di industri penerbangan global saat ini.

Di sisi lain, reputasi Etihad memang bukan cuma soal keselamatan. Maskapai ini dikenal dengan layanannya yang mewah. Mereka terbang ke banyak kota besar di AS, seperti New York, Chicago, dan Atlanta, dengan rencana menambah rute ke Charlotte tahun ini. Bahkan, kelas ekonominya saja sering dipuji, apalagi suite eksklusif mereka, The Residence, yang dilengkapi kamar tidur pribadi dan ruang tamu terpisah. Wajar kalau tahun lalu mereka masuk daftar maskapai internasional favorit pembaca Travel and Leisure.

Bagaimana dengan Pesaingnya?

Posisi kedua diraih Cathay Pacific asal Hong Kong. Di belakangnya, ada Qantas dari Australia yang legendaris itu, lalu Qatar Airways, dan Emirates yang menyelesaikan lima besar. Sedih sedikit mungkin dirasakan Air New Zealand, yang tahun lalu jadi juara, kini turun ke peringkat keenam.

Dari Amerika Serikat, Alaska Airlines jadi yang terbaik dengan menduduki peringkat ke-15 dunia. Delta Air Lines dan American Airlines menyusul di posisi 23 dan 24. Sayangnya, reputasi American Airlines sempat tercoreng setelah insiden tabrakan fatal antara pesawat regionalnya dengan helikopter militer di dekat Bandara Washington Reagan awal tahun lalu.

Kalau bicara maskapai bertarif rendah atau low-cost carrier, HK Express jadi yang teraman. Posisi berikutnya diisi Jetstar Airways dan Scoot. Sementara dari AS, Southwest Airlines berhasil meraih peringkat tertinggi, yaitu keenam secara global.

Ini Dia Para Juara Keselamatan 2026

25 Maskapai Full-Service Teraman:

  1. Etihad
  2. Cathay Pacific
  3. Qantas
  4. Qatar
  5. Emirates
  6. Air New Zealand
  7. Singapore Airlines
  8. EVA Air
  9. Virgin Australia
  10. Korean Air
  11. STARLUX
  12. Turkish Airlines
  13. Virgin Atlantic
  14. ANA
  15. Alaska Airlines
  16. TAP Air Portugal
  17. SAS
  18. British Airways
  19. Vietnam Airlines
  20. Iberia
  21. Lufthansa
  22. Air Canada
  23. Delta
  24. American Airlines
  25. Fiji Airways

25 Maskapai Low-Cost Teraman:

  1. HK Express
  2. Jetstar Airways
  3. Scoot
  4. flydubai
  5. EasyJet Group
  6. Southwest
  7. airBaltic
  8. VietJet Air
  9. Wizz Air Group
  10. AirAsia Group
  11. TUI UK
  12. Vueling
  13. Norwegian
  14. JetBlue
  15. FlyNAS
  16. Cebu Pacific
  17. Jet2
  18. Ryanair
  19. Spring Airlines China
  20. Transavia Group
  21. Eurowings Group
  22. Volaris
  23. WestJet Group
  24. GOL
  25. SKY Airline Chile

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar