Gelar maskapai paling aman di dunia untuk 2026 akhirnya punya pemilik baru. Bukan dari Eropa atau Amerika, melainkan dari kawasan Teluk. Etihad Airways, si bendera nasional Uni Emirat Arab, berhasil merebut posisi puncak dalam pemeringkatan tahunan dari AirlineRatings.com. Ini jadi sejarah, lantaran Etihad adalah maskapai pertama dari Timur Tengah yang berhasil mencapainya.
Menurut laporan Travel and Leisure, penilaiannya cukup ketat. Para peneliti di AirlineRatings.com mengulik banyak hal. Mereka melihat usia armada, program pelatihan pilot, audit keselamatan internasional, sampai catatan insiden serius dan pencegahan turbulensi. Nah, dari semua faktor itu, Etihad dinilai punya paket komplit.
Armadanya tergolong muda, teknologi di kokpit canggih, dan yang paling penting: rekam jejak bebas kecelakaan fatal. Tingkat insiden per penerbangannya juga disebut yang terendah di antara semua maskapai yang masuk daftar.
Tapi, jangan salah. Sharon Petersen, CEO Airline Ratings, mengingatkan bahwa semua maskapai di top 25 sebenarnya pernah mengalami insiden dalam dua tahun terakhir. Mulai dari tail strike sampai gangguan mesin. Hanya saja, angka kejadiannya sangat-sangat kecil.
“Semua maskapai dalam Top 25 adalah pemimpin dunia dalam keselamatan penerbangan,” tegas Petersen.
Dia bilang, tingkat insiden aktualnya cuma berkisar antara 0,002 sampai 0,09 per penerbangan. Angka yang, menurutnya, justru membuktikan betapa tingginya standar keselamatan di industri penerbangan global saat ini.
Di sisi lain, reputasi Etihad memang bukan cuma soal keselamatan. Maskapai ini dikenal dengan layanannya yang mewah. Mereka terbang ke banyak kota besar di AS, seperti New York, Chicago, dan Atlanta, dengan rencana menambah rute ke Charlotte tahun ini. Bahkan, kelas ekonominya saja sering dipuji, apalagi suite eksklusif mereka, The Residence, yang dilengkapi kamar tidur pribadi dan ruang tamu terpisah. Wajar kalau tahun lalu mereka masuk daftar maskapai internasional favorit pembaca Travel and Leisure.
Bagaimana dengan Pesaingnya?
Posisi kedua diraih Cathay Pacific asal Hong Kong. Di belakangnya, ada Qantas dari Australia yang legendaris itu, lalu Qatar Airways, dan Emirates yang menyelesaikan lima besar. Sedih sedikit mungkin dirasakan Air New Zealand, yang tahun lalu jadi juara, kini turun ke peringkat keenam.
Dari Amerika Serikat, Alaska Airlines jadi yang terbaik dengan menduduki peringkat ke-15 dunia. Delta Air Lines dan American Airlines menyusul di posisi 23 dan 24. Sayangnya, reputasi American Airlines sempat tercoreng setelah insiden tabrakan fatal antara pesawat regionalnya dengan helikopter militer di dekat Bandara Washington Reagan awal tahun lalu.
Kalau bicara maskapai bertarif rendah atau low-cost carrier, HK Express jadi yang teraman. Posisi berikutnya diisi Jetstar Airways dan Scoot. Sementara dari AS, Southwest Airlines berhasil meraih peringkat tertinggi, yaitu keenam secara global.
Ini Dia Para Juara Keselamatan 2026
25 Maskapai Full-Service Teraman:
- Etihad
- Cathay Pacific
- Qantas
- Qatar
- Emirates
- Air New Zealand
- Singapore Airlines
- EVA Air
- Virgin Australia
- Korean Air
- STARLUX
- Turkish Airlines
- Virgin Atlantic
- ANA
- Alaska Airlines
- TAP Air Portugal
- SAS
- British Airways
- Vietnam Airlines
- Iberia
- Lufthansa
- Air Canada
- Delta
- American Airlines
- Fiji Airways
25 Maskapai Low-Cost Teraman:
- HK Express
- Jetstar Airways
- Scoot
- flydubai
- EasyJet Group
- Southwest
- airBaltic
- VietJet Air
- Wizz Air Group
- AirAsia Group
- TUI UK
- Vueling
- Norwegian
- JetBlue
- FlyNAS
- Cebu Pacific
- Jet2
- Ryanair
- Spring Airlines China
- Transavia Group
- Eurowings Group
- Volaris
- WestJet Group
- GOL
- SKY Airline Chile
Artikel Terkait
KRL Tertabrak KA Argo Bromo di Bekasi Usai Berhenti Akibat Mobil Mogok di Perlintasan, Sejumlah Penumpang Terluka
KRL Tabrakan dengan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi, Evakuasi Penumpang Berlangsung
Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Korban Berlangsung
29 Calon Haji Surabaya Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini karena Sakit dan Meninggal