Petugas Berpengalaman Ditempatkan di Mina untuk Antisipasi Kerumunan Haji 2026

- Jumat, 23 Januari 2026 | 04:50 WIB
Petugas Berpengalaman Ditempatkan di Mina untuk Antisipasi Kerumunan Haji 2026

Kementerian Haji dan Umrah punya skema baru untuk haji 2026. Mereka ingin layanan di puncak ibadah, terutama di Mina, jauh lebih maksimal. Caranya? Dengan menempatkan petugas yang sudah pernah berhaji langsung di lokasi sejak awal.

Harun Al Rasyid, Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) untuk 2025, menjelaskan strategi ini. Menurutnya, Mina adalah titik krusial. Pergerakan jamaah di sana sangat padat dan kompleks.

"Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jamaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina," ujar Harun, Kamis (22/1/2025).

Penempatan ini dilakukan bersamaan dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Alhasil, petugas sudah lebih dulu siap siaga di Mina. Mereka akan menyambut dan memantau arus jamaah yang bergerak dari Arafah ke Muzdalifah, lalu akhirnya menuju Mina.

Dampaknya, pemantauan dan bantuan untuk jamaah diharapkan jadi lebih efektif. "Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah," kata Harun.

Lalu, bagaimana penyebarannya? Tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina. Ditambah lagi 10 pos di sepanjang jalur yang dilalui jamaah. Tidak hanya itu, petugas linjam dan lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat khususnya di lantai atas dan lantai 3, yang totalnya terdiri dari 5 pos.

Harun punya alasan praktis. "Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jamaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras," jelasnya.

Ia menegaskan, malam pertama perpindahan jamaah dari Muzdalifah ke Mina lalu ke Jamarat adalah momen paling rentan. Potensi kepadatan dan kelelahan melonjak tinggi. Dalam kondisi seperti itu, jamaah bisa membutuhkan pertolongan dengan sangat cepat.

"Di situlah kita anggap lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut," ujarnya.

Kebijakan ini sebenarnya buah dari evaluasi bertahun-tahun. Memang, penyelenggaraan haji sebelumnya sudah berjalan cukup baik. Namun begitu, Kementerian Haji dan Umrah terus berupaya menyempurnakannya.

"Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan," pungkas Harun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar