JAKARTA – Mulai 1 April 2026 nanti, pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata resmi beralih ke Kementerian Pertahanan. Selama ini, tanggung jawab itu ada di pundak Kementerian Sosial.
Proses peralihan ini sudah mulai digarap. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto telah menggelar pertemuan di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu lalu. Mereka membahas detail teknis perpindahan pengelolaan situs yang sarat nilai sejarah itu.
Gus Ipul menegaskan target serah terima operasional tetap di tanggal 1 April. Namun, proses administrasi bisa jauh lebih cepat.
“Secara yuridis sama teknis silahkan, target 1 April diserahkan. Tapi dokumennya bisa kita serahkan sebelum April, (bulan) puasa ini juga boleh,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, Kemensos tak akan lepas tangan begitu saja. Mereka akan membentuk tim transisi untuk memastikan perpindahan berjalan mulus. Dukungan sumber daya manusia dan anggaran untuk pemeliharaan akan tetap diberikan, setidaknya sampai Kemhan benar-benar siap.
“Jadi tanggal 1 April itu, operasional sudah di Kemenhan. Nah sambil kita back up, karena kita masih ada SDM sama pembiayaan, pembiayaan untuk pemeliharaan dan segala macam kita back up, sampai benar-benar Kemenhan sudah ada anggarannya,” jelasnya.
Lalu, apa yang melatarbelakangi perpindahan pengelolaan ini? Rupanya, ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: untuk memperkuat pemeliharaan dan pengawasan terhadap keaslian makam, sekaligus menjaga penghormatan sesuai nilai kebangsaan. Di Kalibata sendiri, tercatat ada 216 makam pahlawan nasional.
Gus Ipul menyambut baik arahan tersebut. Ia merasa pengelolaan oleh Kemhan jauh lebih tepat.
“Ini Kementerian Pertahanan sudah paling pas, (Kemensos) sudah tidak ada lagi untuk urusan Taman Makam Pahlawan. Dari dulu saya sudah kepikiran soal pengelolaan taman makam pahlawan oleh Kemensos. Pengelolaan oleh Kemenhan ini sudah pas, untuk itu kita sambut baik arahan Presiden ini,” katanya.
Di sisi lain, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto mengapresiasi langkah cepat dari kedua kementerian.
“Saya rasa terima kasih, kita segera melaksanakan perintah Presiden secepatnya,” pungkas Donny.
Nah, tinggal menunggu waktu. Dalam hitungan kurang dari dua tahun, Kemhan akan mengambil alih penuh perawatan tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa itu.
Artikel Terkait
KAHMI Minta Polemik Ceramah Jusuf Kalla Dihentikan, Khawatir Memecah Belah Umat
Kemendagri Peringatkan Pemkab Magelang Agar Tak Asal Bikin Inovasi Daerah Tanpa Perencanaan Matang
Warga Palopo Ditemukan Selamat Setelah Tersesat di Hutan Battang Barat
Komnas HAM Nyatakan Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Pelanggaran HAM Berat