Stadion Prince Moulay Abdallah bergemuruh, tapi akhirnya senyap. Di final Piala Afrika yang sengit itu, Senegal berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Maroko, Senin dini hari tadi. Gol tunggal Pape Gueye di menit ke-94 babak perpanjangan waktu menjadi penentu, mengantarkan "Les Lions de la Téranga" ke puncak benua untuk kedua kalinya.
Gelar ini sekaligus menegaskan dominasi mereka baru-baru ini. Sebelumnya, mereka juga juara di edisi 2021. Jadi, dalam kurun empat tahun, mereka dua kali membawa pulang trofi bergengsi itu.
Di sisi lain, nasib getir harus dirasakan lagi oleh Maroko. Mereka kembali jadi runner-up, mengulangi posisi yang sama seperti dua dekade lalu, tepatnya tahun 2004. Impian untuk merayakan juara di depan pendukung sendiri pun pupus.
Pertandingannya sendiri benar-benar seru. Kedua tim sama-sama tak mau bermain aman, saling serang sejak wasit meniup peluit awal. Statistik mencatat 34 percobaan tembakan gabungan. Maroko lebih agresif dengan 20 upaya, meski cuma tiga yang membahayakan. Senegal, meski lebih hemat dengan 14 tembakan, justru lebih akurat. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang.
Artikel Terkait
PBSI Pastikan Keberangkatan Tim Bulutangkis ke Swiss Open Tak Terganggu Konflik Geopolitik
Asisten Pelatih PSM Akui Kondisi Tim Belum Ideal, Tumbuhkan Mental Jelang Lawan Malut United
Real Madrid Siapkan Anggaran Rp1,9 Triliun untuk Rekrut Bek dan Gelandang
PSM Makassar di Ambang Degradasi, Masa Depan Pelatih Tomas Trucha Dipertanyakan