KM Bima Mogok di Dekat Pulau Onrust, 41 Orang Dievakuasi Polairud

- Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05 WIB
KM Bima Mogok di Dekat Pulau Onrust, 41 Orang Dievakuasi Polairud

Kapal KM Bima tiba-tiba kehilangan tenaga di perairan dekat Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Senin siang lalu. Kejadian ini langsung memicu aksi evakuasi terhadap puluhan penumpangnya oleh Direktorat Polairud Polda Metro Jaya.

Menurut informasi, kapal yang mengangkut penumpang itu berangkat dari Pelabuhan Kali Adem menuju Pulau Tidung. Namun, sekitar pukul 12.15 WIB, di tengah perjalanan, mesinnya mati. Gangguan teknis pada gear box disebut-sebut sebagai penyebabnya, membuat kapal tak bisa bergerak maju.

Mendapat laporan, Polairud tak menunggu lama. Mereka langsung mengerahkan tiga kapal patroli dari sektor barat KP VII-3003, KP VII-2008, dan KP VII-2006 untuk mendatangi lokasi. Misi mereka jelas: mengecek kondisi dan memberikan bantuan secepatnya.

Di sisi lain, koordinasi juga digeber dengan Markas Polairud di Kali Adem. Tujuannya untuk memperlancar penanganan dan pengamanan di tempat kejadian.

Kombes Mustofa, Dirpolairud Polda Metro Jaya, menegaskan respons timnya yang cepat.

"Begitu ada kabar kapal penumpang bermasalah, personel kami langsung bergerak. Yang utama keselamatan penumpang. Kami pastikan evakuasi berjalan aman," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Prosesnya kemudian berlanjut. KM Bima akhirnya ditarik dan diawal oleh kapal KM Aquarius kembali ke Dermaga Kali Adem. Pengawasannya ketat, hingga kapal itu bisa sandar dengan selamat.

Selain mengamankan, personel Polairud turun tangan mengevakuasi dan mendata penumpang. Hasilnya, kapal itu membawa 37 penumpang plus 4 kru. Syukurlah, semua selamat.

Kombes Mustofa kembali memberikan konfirmasi.

"Kami pastikan semua dalam keadaan aman. Tak ada korban. Kapal sudah dibawa ke dermaga untuk pengecekan lebih lanjut," jelasnya.

Ia menambahkan, aksi tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Polairud dalam menjamin keselamatan pelayaran. Mereka ingin masyarakat merasa terlindungi saat menggunakan transportasi laut.

Terakhir, Mustofa berpesan,

"Ditpolairud akan tetap siaga di perairan. Keamanan dan keselamatan pelayaran warga adalah prioritas kami."

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar