Trump di Davos: AS Tak Butuh NATO, Ancaman Balas Dendam untuk Eropa

- Jumat, 23 Januari 2026 | 03:15 WIB
Trump di Davos: AS Tak Butuh NATO, Ancaman Balas Dendam untuk Eropa

DAVOS Di tengah ketegangan dengan sekutu-sekutu Eropanya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak membutuhkan aliansi pertahanan NATO. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, Kamis (22/1/2026).

"Kami tidak pernah membutuhkan mereka," ujar Trump tegas.

Tak berhenti di situ, ia menambahkan, "Kami tidak pernah benar-benar menuntut apa pun dari mereka."

Latar belakang pernyataan keras ini tak lepas dari rencana kontroversial Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark. Rencana itu, seperti bisa diduga, memicu ketegangan hebat dengan negara-negara Eropa. Mereka juga tampak enggan bergabung dengan Dewan Perdamaian, sebuah lembaga bentukan Trump yang salah satunya bertujuan menangani konflik di Gaza.

Namun begitu, Trump tak hanya berhenti pada pernyataan. Ia juga mengeluarkan peringatan keras. Jika negara-negara Eropa berani menjual aset milik AS, mereka harus bersiap menghadapi konsekuensinya.

"Tapi Anda tahu, kalau hal itu sampai terjadi, akan ada pembalasan besar dari kami," katanya dengan nada mengancam. "Dan kami memegang semua kartu."

Di sisi lain, tampaknya ada sedikit pelunakan dari retorika panasnya. Trump menyatakan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland. Langkah konkret lain, ia membatalkan penerapan tarif 10 persen yang sedianya akan dikenakan pada delapan negara, termasuk Denmark. Tarif itu dianggapnya sebagai penghalang untuk menguasai Greenland.

Tarif yang sempat mengancam itu rencananya berlaku mulai 1 Februari, lalu naik drastis jadi 25 persen pada 1 Juni. Kebijakan itu akan terus berlaku sampai AS menurutnya benar-benar menguasai Greenland. Nah, dengan pembatalan ini, suasana mungkin sedikit mereda, meski sentimen dasarnya jelas belum berubah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar