Wall Street Melonjak setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, SpaceX Siap Debut di Nasdaq

- Jumat, 12 Juni 2026 | 06:40 WIB
Wall Street Melonjak setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, SpaceX Siap Debut di Nasdaq

Bursa saham Amerika Serikat mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (12/6/2026) waktu setempat, didorong oleh keputusan Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Momentum ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap debut perdagangan saham perdana SpaceX di bursa Nasdaq. Tiga indeks utama Wall Street Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mengalami kenaikan harian terbesar sejak 8 April lalu.

Keputusan Trump membatalkan operasi militer terhadap Iran diumumkan hanya beberapa jam sebelum aksi tersebut diperkirakan berlangsung. Presiden AS juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran berpotensi menandatangani kesepakatan damai pada akhir pekan ini. Kesepakatan itu dinilai dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik rawan konflik dan mengganggu pasokan energi global.

Sentimen positif itu mendorong reli pasar setelah tekanan jual yang terjadi pada sesi sebelumnya. Saham-saham produsen chip menjadi motor utama penguatan, dengan indeks semikonduktor PHLX melonjak 7,9 persen kenaikan harian terbesar sejak April 2025. Direktur Stirling Capital Management, Robert Phipps, menilai bahwa lonjakan ini juga dipicu oleh kondisi pasar yang sudah berada pada fase jenuh jual.

“Indikator teknikal kami menunjukkan pasar relatif oversold. Sama seperti sebelumnya naik terlalu jauh dan terlalu cepat, pasar juga turun terlalu jauh dan terlalu cepat,” ujar Phipps.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 929,97 poin atau 1,86 persen ke level 50.848,75. Indeks S&P 500 menguat 127,31 poin atau 1,75 persen menjadi 7.394,30, sementara Nasdaq Composite melonjak 640,16 poin atau 2,54 persen ke level 25.809,66. Meskipun demikian, S&P 500 masih bergerak di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada awal Juni. Konflik di Timur Tengah masih memicu kekhawatiran inflasi, dan sehari sebelumnya indeks teknologi S&P 500 sempat memasuki fase koreksi.

Perhatian investor kini tertuju pada saham SpaceX yang dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat (12/6/2026). Perusahaan milik Elon Musk tersebut mematok harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 135 dolar AS per saham. IPO itu menghimpun dana sebesar 75 miliar dolar AS dari penjualan 555,56 juta saham, menempatkan valuasi perusahaan di level 1,77 triliun dolar AS tertinggi dalam sejarah IPO di Amerika Serikat.

CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan, mengingatkan bahwa harga IPO hanyalah langkah awal bagi investor. “Harga saham saat IPO hanyalah langkah pertama. Yang lebih penting adalah bagaimana pasar mencerna informasi tersebut. Investor juga harus memahami horizon waktu investasinya,” katanya.

Di sisi lain, saham Oracle anjlok 8,5 persen setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi analis. Data ekonomi juga menunjukkan harga produsen AS pada Mei naik lebih tinggi dari perkiraan, sehingga memicu kekhawatiran inflasi. Sementara itu, klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat tipis.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Di Bursa New York (NYSE), saham yang menguat mengungguli yang turun dengan rasio 2,74 banding 1, sementara di Nasdaq rasionya mencapai 2,75 banding 1. Volume transaksi di seluruh bursa AS mencapai 21,41 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20,7 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar