Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di tahun 2025 akhirnya terkunci di angka satu persen. Angka itu sesuai dengan proyeksi yang sudah dikeluarkan bank sentral negara tersebut. Namun begitu, kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya, ada perlambatan yang cukup jelas. Tahun 2024 lalu, pertumbuhannya masih bisa mencapai dua persen.
Yang bikin was-was, performa di akhir tahun ternyata kurang bagus. Di kuartal keempat, ekonominya justru menyusut 0,3 persen dibanding kuartal ketiga. Kontraksi ini nggak cuma jadi yang pertama dalam enam bulan terakhir, tapi juga catatan terburuk sejak 2022. Jadi, meski tahunnya ditutup dengan pertumbuhan, ujung-ujungnya ada tanda tanya besar.
Menurut sejumlah analis, awal tahun 2025 sendiri sebenarnya sudah diwarnai gejolak. Di kuartal pertama, ekonomi Korsel sempat kontraksi 0,2 persen. Situasi dalam negeri waktu itu lagi panas. Presiden Yoon Suk-yeol mendeklarasikan darurat militer, yang bikin politik domestik bergolak. Ditambah lagi, ada ketidakpastian dari kebijakan tarif besar-besaran yang digulirkan Presiden AS Donald Trump. Dampaknya langsung terasa.
Tapi, negara Gingseng itu ternyata cukup tangguh. Perlahan-lahan, ekonominya bangkit di kuartal kedua dan ketiga. Pertumbuhan kuartalannya masing-masing tercatat 0,7 persen dan 1,3 persen. Pemulihan yang cukup impresif, meski akhirnya gagal dipertahankan sampai akhir tahun.
Jadi, cerita pertumbuhan satu persen ini nggak sesederhana kelihatannya. Di balik angka itu, ada rollercoaster performa dari kuartal ke kuartal, dimulai dari kontraksi, lalu pemulihan, dan diakhiri dengan penyusutan lagi. Ke depannya, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum agar pertumbuhan bisa lebih stabil dan nggak gampang terpengaruh gejolak.
Artikel Terkait
Purbaya Ganti Pejabat DJP, Tegur Atasan yang Lakukan Pembiaran
Wamenkes Tandatangani Kerja Sama Digital Health dengan China, Tekankan Kedaulatan Data
Menteri Keuangan Purbaya Beri Amanat Khusus dalam Pelantikan Pejabat Pajak
Ngong Ping 360 Genjot Fasilitas Ramah Muslim Sambut Wisatawan Indonesia