tambah Eko.
Di fase awal, Sailun sudah mengantongi kontrak. Mereka akan jadi pemasok OE untuk VinFast mulai Februari 2036 nanti. Chery juga kemungkinan akan menyusul. BYD? Kemungkinannya terbuka lebar, mengingat mereka sudah pakai Sailun sebagai OE di pasar China.
Tapi jadi pemasok untuk pabrikan mobil ternama bukan perkara gampang. Prosesnya ketat.
“Kalau dengan pabrik mobil itu masuknya OE dan tidak mudah, mereka ada prosedur-prosedurnya. Mulai dari masalah chemical aspect, production aspect, supply aspect semuanya harus komplit dulu,”
pungkas Eko.
Pabrik yang Sudah Beroperasi
Sebenarnya, PT Sailun Manufacturing Indonesia sudah mulai produksi di tanah air sejak pertengahan 2025. Investasinya gak main-main, mencapai USD 251 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.
Pabrik yang terletak di Jatengland Industrial Park Sayung, Demak itu merakit berbagai tipe ban. Mulai dari ban mobil penumpang (PCR), truk/bus (TBR), ban radial untuk off-road (OTR), plus ban dalam dan flap.
Kapasitas produksinya saat ini cukup besar: 3 juta unit ban mobil penumpang per tahun, 600 ribu ban truk/bus, dan 37 ribu ton ban off-road. Dengan melokalkan beragam jenis ini, Sailun berharap bisa menawarkan portofolio produk yang lengkap dan kompetitif di pasar domestik.
Artikel Terkait
Pascabencana Sumatera, Rehabilitasi Infrastruktur Segera Digenjot
Gelombang Laporan Pajak 2025 Capai 400 Ribu di Pekan Ketiga Januari
Ki Bandung dan Kunci Kuningan yang Menjaga Ingatan di Imogiri
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Boalemo, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami