Angkanya memang mencengangkan. Produksi beras Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton. Jumlah itu jauh melampaui kebutuhan konsumsi dalam negeri yang ‘hanya’ 31,19 juta ton, atau mencapai 111,2 persen dari kebutuhan. Artinya, kita surplus.
Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat strategis. Produksi beras nasional ada di level tertinggi sepanjang sejarah. Stok di Perum Bulog juga disebut yang terbesar sejak lembaga itu berdiri lebih dari setengah abad lalu, tepatnya tahun 1969. Intinya, ketergantungan pada impor beras sudah bisa ditinggalkan.
“Indonesia tidak impor lagi. Ini kebanggaan kita semua,” katanya.
Lebih jauh, Amran menegaskan satu hal penting. Swasembada pangan bukan sekadar soal angka produksi. Itu adalah fondasi kedaulatan bangsa. Memperhatikan sektor pangan sama artinya dengan menjaga kehidupan ratusan juta orang yang bergantung padanya.
“Kalau dia memperhatikan sektor pertanian, berarti memperhatikan umat Indonesia,” pungkas Amran.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Boalemo, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Yamaha Lepas Inline-Four, V4 Biru Monster Resmi Mengaum di Jakarta
Pemerintah Cabut HGU 85 Ribu Hektare di Lampung, Tanah Milik TNI AU Diserobot Pabrik Gula
Insentif Mobil Listrik Habis, Pabrikan Ban Siap Rebut Pasar Lokal