Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendesak agar penyaluran kembali Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun ke tiga provinsi di Sumatera bisa dipercepat. Dana segar ini sangat dibutuhkan untuk daerah-daerah yang porak-poranda akibat bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Tito, percepatan ini krusial untuk memulai fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Tanpa dana yang cepat cair, upaya membangun kembali wilayah terdampak pasti akan tersendat.
Keputusan untuk mengembalikan TKD ini sendiri bukan datang tiba-tiba. Ini adalah hasil rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sabtu lalu.
"Keputusan politik sudah diambil oleh Presiden pada saat rapat di Hambalang dan ini final. Artinya kita semua sebagai eksekutor, tolong kita sama-sama eksekusi [dengan baik]," tegas Tito dalam keterangannya, Rabu kemarin.
Yang menarik, skema pengembalian ini ternyata tidak terbatas hanya pada kabupaten atau kota yang langsung luluh lantak. Tito menekankan bahwa seluruh wilayah administratif di ketiga provinsi itu akan menerima alokasi dana.
Logikanya, dengan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah secara keseluruhan, respons terhadap kondisi darurat bisa jauh lebih efektif dan merata. Intinya, bantuan lewat penguatan anggaran daerah.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencoba memberi penjelasan yang lebih santai. Ia memastikan dana TKD untuk ketiga provinsi itu tidak akan dipotong.
Artikel Terkait
SRBI Menyusut Rp222 Triliun, BI Genjot Stabilisasi Rupiah dengan Beli SBN
Tony Ho Soroti Tantangan Berat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Harga Beras Dunia Anjlok, Pengaruh Swasembada Indonesia Mengguncang Pasar
Eliano Reijnders Ingatkan Persib: Puncak Klasemen Bukanlah Garis Finish