"Investasi juga diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program-program prioritas pemerintah termasuk hilirisasi sumber daya alam," kata Perry.
"Sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian," lanjutnya.
Di sisi lain, BI tak lupa dengan ancaman dari luar. Mereka menekankan pentingnya menjaga ketahanan eksternal, termasuk memperkuat neraca pembayaran. Ini penting banget mengingat volatilitas pasar keuangan internasional yang makin tinggi.
Untuk mewujudkan semua itu, Bank Indonesia tak bekerja sendirian. Mereka terus memperkuat sinergi kebijakan, memadukan langkah moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Semua ini digandengkan dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil dari pemerintah.
Dengan koordinasi yang erat dan kebijakan yang konsisten, BI yakin target pertumbuhan 2026 bukan sekadar mimpi. Ekonomi Indonesia diharapkan tak hanya tumbuh lebih tinggi, tapi juga punya daya tahan yang kokoh menghadapi segala tekanan global yang mungkin datang.
Artikel Terkait
Kementerian Keuangan Pastikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp330 T Tak Dipotong, Pengawasan Diperketat
Warga Bekasi Diingatkan: Imsak Kabupaten 04.31 WIB, Kota 04.32 WIB
Krisis Energi Global Paksa Bangladesh Liburkan Seluruh Universitas
Kiper Ajax Maarten Paes Buka Suara soal Ledakan Emosi Usai Kekalahan dari Groningen