Di sisi lain, PM Starmer memandang kunjungan ini sebagai cermin dari hubungan bilateral yang sedang naik daun. Pasca ditetapkannya status kemitraan strategis, kerja sama nyata mulai terlihat. Starmer secara khusus menyoroti manfaat perjanjian maritim yang telah disepakati sebelumnya, bahkan lewat virtual, pada forum G20.
Pertemuan empat mata itu kemudian dilanjutkan dengan sesi bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara. Inti pembahasannya adalah bagaimana menerjemahkan kesepakatan-kesepakatan itu menjadi langkah konkret. Mereka ingin memperluas lagi kerja sama yang sudah terjalin.
Pada akhirnya, pertemuan di London itu lebih dari sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Ia menegaskan sebuah niat bersama: menjadikan kemitraan strategis Indonesia-Inggris sebagai fondasi untuk kerja jangka panjang. Fondasi yang diharapkan tak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga memberi kontribusi bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Medan Ekstrem Bulusaraung: Tantangan Berat di Balik Pesona dan Tragedi
Gelombang Mudik Nataru 2026: 110 Juta Orang Tercatat, Kepuasan Masyarakat Melesat
Prabowo Gandeng Inggris, 10 Universitas Baru Siap Beroperasi 2028
Duka Rizal Armada dan Imas Monica: Calon Anak Keempat Meninggal dalam Kandungan