Di sisi lain, PM Starmer memandang kunjungan ini sebagai cermin dari hubungan bilateral yang sedang naik daun. Pasca ditetapkannya status kemitraan strategis, kerja sama nyata mulai terlihat. Starmer secara khusus menyoroti manfaat perjanjian maritim yang telah disepakati sebelumnya, bahkan lewat virtual, pada forum G20.
Pertemuan empat mata itu kemudian dilanjutkan dengan sesi bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara. Inti pembahasannya adalah bagaimana menerjemahkan kesepakatan-kesepakatan itu menjadi langkah konkret. Mereka ingin memperluas lagi kerja sama yang sudah terjalin.
Pada akhirnya, pertemuan di London itu lebih dari sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Ia menegaskan sebuah niat bersama: menjadikan kemitraan strategis Indonesia-Inggris sebagai fondasi untuk kerja jangka panjang. Fondasi yang diharapkan tak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga memberi kontribusi bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Artikel Terkait
DAMRI Resmi Buka Rute Langsung Jakarta-Bali, Tiket Mulai Rp590 Ribu
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah