"Nah saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus. Bukan kemudian masih menggunakan kendaraan pribadinya,"
tambah Pramono.
Namun begitu, realitanya di jalan lain. Banyak warga, rupanya, masih setengah hati. Mereka belum sepenuhnya percaya atau mungkin belum terbiasa. Kendaraan pribadi masih jadi andalan utama.
Bahkan, ada pola unik yang kerap terlihat. Sejumlah orang memulai perjalanan dengan mobil atau motor pribadi, lalu parkir di titik tertentu, baru naik transportasi umum. Setelah sampai tujuan, mereka kembali lagi ke kendaraan pribadi.
"Masih banyak yang kemudian berangkat ke kantor naik kendaraan pribadi atau menitipkan kendaraan pribadi di park and ride dan kemudian dia menggunakan transportasi umum kemudian dia kembali lagi ke transportasi pribadi,"
paparnya menggambarkan kebiasaan itu.
Jadi, tantangannya kini bukan lagi soal koneksi. Tapi lebih ke bagaimana mengubah pola pikir dan kebiasaan sehari-hari warga ibukota.
Artikel Terkait
DAMRI Resmi Buka Rute Langsung Jakarta-Bali, Tiket Mulai Rp590 Ribu
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah