“Kita lebih menjaga nama brand, bahwa brand kita dikelola dan diolah dengan standar yang bagus. Kita juga menjaga brand kita sesuai dengan budaya di Minang, Sumatera Barat yang dikenal sangat kental dengan agamanya,”
Joni, selaku Ketua KPSU Solok Radjo, menjelaskan hal itu. Koperasi penghasil kopi arabika dari Nagari Aie Dingin itu sudah mengantongi sertifikasi halal sejak 2022.
Memang, kalau diamati, makin banyak kemasan kopi yang menampilkan logo halal. Meski pada dasarnya kopi berasal dari biji tanaman, proses produksinya kerap melibatkan berbagai cara dan campuran bahan. Nah, titik-titik dalam proses inilah yang bagi sebagian kalangan perlu dijamin kehalalannya. Jadi, wacana ini bukan sekadar formalitas, tapi sudah menyentuh aspek kepercayaan dan budaya konsumen.
Reporter: Safina Azzahra Rona Imani
Artikel Terkait
Pengacara Roy Suryo Kritik SP3 Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Dasar Hukum Dinilai Tak Jelas
Kendaraan Listrik: Momentum yang Harus Dijaga Agar APBN Tak Tercekik Subsidi
Musik yang Tepat Bisa Jadi Teman Lari Terbaik, Begini Rekomendasinya
Dari Dapur Keluarga ke Pasar Digital: Kisah NM Kitchen Bertahan dan Bangkit