Pesawat ATR yang jatuh di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan, diduga kuat telah menyimpang dari jalur penerbangannya. Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Medan di lokasi kejadian, yang dikenal berbukit-bukit dan terjal, jelas menambah faktor risiko yang signifikan bagi penerbangan apa pun.
Informasi awal ini disampaikan oleh Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam sebuah rapat kerja dengan Menteri Perhubungan. Rapat itu digelar untuk menjawab berbagai pertanyaan publik, sekaligus menanggapi sorotan internasional yang menyertai musibah ini.
Menurut Lasarus, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah laporan pendahuluan dari berbagai sumber, termasuk BMKG.
Tak hanya soal penyimpangan rute, dia juga menyebut adanya kabar mengenai riwayat gangguan mesin yang pernah dialami pesawat tersebut sebelum tragedi. Namun begitu, Lasarus dengan tegas menekankan bahwa semua temuan awal ini belum bisa dianggap sebagai kesimpulan final. Spekulasi harus dihindari.
Artikel Terkait
Trump Siap Umumkan Calon Ketua The Fed, Rivalitas Empat Kandidat Memanas
Kejagung Buka Lagi Penyidikan Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina
Survei Ungkap Mayoritas Konsumen Kopi Indonesia Prioritaskan Sertifikasi Halal
Menkeu Purbaya Anggap Pelemahan Rupiah Masih Wajar, Fondasi Ekonomi Diklaim Kuat