Di sisi lain, Monsun Asia yang sedang aktif turut memengaruhi. Aliran udara lembap dari Laut Cina Selatan bergerak melalui Selat Karimata, menuju Jawa, ditemani penguatan angin baratan di selatan Indonesia. Aliran lembap inilah yang menyuplai bahan baku awan hujan, membuat pertumbuhannya makin signifikan di daerah terdampak.
Lalu, bagaimana prospek sepekan ke depan? BMKG membaginya dalam dua periode.
Untuk tanggal 20-22 Januari 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan sampai lebat. Tapi waspadai peningkatan hujan sedang di beberapa wilayah seperti Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, hingga seantero Sulawesi dan Papua.
Yang perlu siaga adalah daerah-daerah dengan potensi hujan lebat-sangat lebat: Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Sementara status ‘Awas’ untuk hujan ekstrem diberikan khusus untuk Nusa Tenggara Timur. Angin kencang juga berpotensi menerjang banyak wilayah, dari Bengkulu hingga Papua Selatan.
Memasuki periode 23-26 Januari, pola masih serupa: hujan ringan hingga lebat mendominasi. Peningkatan hujan sedang perlu diantisipasi lagi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, Maluku, serta Papua.
Intinya, sepanjang pekan ini, warga di selatan Indonesia harus tetap waspada. Persiapkan diri, pantau informasi terbaru dari BMKG, dan berhati-hati jika harus beraktivitas di luar ruangan.
Artikel Terkait
Musik yang Tepat Bisa Jadi Teman Lari Terbaik, Begini Rekomendasinya
Dari Dapur Keluarga ke Pasar Digital: Kisah NM Kitchen Bertahan dan Bangkit
Pandji Pragiwaksono Akhirnya Dijadwalkan Diperiksa Polisi Soal Materi Mens Rea
Trump Siap Umumkan Calon Ketua The Fed, Rivalitas Empat Kandidat Memanas