Karena itu, Fadli Zon berharap semua yang terlibat bisa memegang amanat ini dengan baik. Kolaborasi, katanya, adalah kunci. Tanpa kerja sama yang erat, mustahil peran keraton sebagai ruang strategis pemajuan kebudayaan nasional bisa berkelanjutan.
Jantung Kebudayaan yang Tetap Berdenyut
Di sisi lain, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menyambut baik langkah ini. Baginya, keberlangsungan keraton adalah bukti nyata kepedulian negara terhadap warisan budayanya.
Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sendiri terbagi dalam tiga area penting. Ada area luar beteng Baluwarti bagian utara dan selatan, serta area dalam tembok beteng Cempuri.
Di dalamnya, berdiri tak kurang dari 74 bangunan penting yang menyimpan jejak sejarah panjang. Lebih dari sekadar tembok dan batu, kawasan ini adalah ruang hidup. Ia menjadi rumah bagi lebih dari 35 Warisan Budaya Takbenda Indonesia, mulai dari adat istiadat, seni pertunjukan yang memukau, hingga kearifan lokal tentang alam dan semesta. Sebuah khazanah yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Dua Perusahaan China Menang Lelang PLTSa Bekasi dan Denpasar, Dampak Ekonomi Ditaksir Rp14 Triliun
Harga Pangan Mulai Stabil, Inflasi Terkendali di Pertengahan Ramadan
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil Khas Surabaya Saat Ramadan
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Bawang dan Daging Ayam Turun