Lalu, jembatan mana saja yang masuk daftar prioritas?
Pertama ada Jembatan Krueng Tingkeum di ruas Bireuen. Aksesnya sudah pulih sejak akhir Desember lalu berkat bailey, dan pemancangan pertama untuk jembatan duplikasinya rencananya dimulai 20 Januari ini. Kemudian Jembatan Krueng Meureudu di ruas menuju Banda Aceh. Fokus penanganannya nanti adalah merehabilitasi jembatan lama sekaligus memperbaiki daerah aliran sungai (DAS) di sekitarnya untuk mencegah gerusan.
Jembatan Teupin Mane dan Krueng Beutong juga masuk dalam daftar. Yang satu akan diganti dengan jembatan rangka, sementara yang lain lebih ditekankan pada rehabilitasi DAS dan rekonstruksi badan jalan yang hilang. Sama halnya dengan Jembatan Lawe Mengkudu 1 dan Krueng Pelang, di mana perbaikan permanen akan menyentuh struktur jembatan dan kondisi tanah di sekelilingnya.
Di sisi lain, penanganan titik-titik longsor juga berjalan paralel. Ada puluhan titik yang tersebar di berbagai ruas jalan, seperti di Bireuen-Bener Meriah, sekitar Takengon, menuju Kutacane, dan di ruas Pameu-Genting Gerbang. Semua ini sedang ditangani secara bertahap.
Dengan dimulainya pekerjaan permanen mulai bulan ini, pesan Kementerian PU cukup tegas. Mereka tak cuma ingin membenahi yang rusak, tapi juga membangun ketahanan. Harapannya, jalan dan jembatan di Aceh ke depan jadi lebih andal, lebih aman, dan tentu saja, lebih siap menghadapi tantangan alam.
Artikel Terkait
Ketua Komisi VII DPR Usulkan Rute Haji 2026 Lewat Afrika Antisipasi Konflik
Pemerintah Fokuskan Pembangunan PLTS 13 GW sebagai Langkah Awal Capai Target 100 GW
Warga Tangerang Buka Puasa Pukul 18.14 WIB, Tangerang Selatan 18.13 WIB
Revisi PPh Final UMKM Masuk Tahap Akhir, Tunggu Persetujuan Menkeu