Presiden Prabowo Subianto mendesak agar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) digeber. Targetnya ambisius: 100 Gigawatt. Tapi, ya, jalan menuju swasembada energi itu nggak bisa instan. Langkah awal mesti realistis.
Rosan Roeslani, yang menjabat Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, baru saja keluar dari rapat di Istana. Wajahnya tampak serius. Menurut dia, untuk permulaan, fokusnya adalah menyelesaikan kapasitas 13 GW dulu.
"Tadi diprioritaskan mungkin di daerah-daerah yang memang sudah punya distribusinya," jelas Rosan, Jumat lalu.
"Jadi kurang lebih dari usulan tadi dari 100 GW jadi 13 GW terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan."
Nah, kabar baiknya, modal buat proyek raksasa ini sudah mulai mengalir. Rosan menyebut ada investasi senilai 4,1 miliar dolar AS yang sudah masuk, khusus untuk membangun ekosistem industri tenaga surya dalam negeri. Dana segitu, klaimnya, bisa mendukung setengah dari target akhir, yakni sekitar 50 GW.
"Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai," katanya lagi.
"Jadi itu juga akan membantu kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini."
Di sisi lain, sebuah prototipe sudah berdiri. Tepatnya di Sumenep, Jawa Timur, dengan kapasitas 1 Megawatt. Proyek percontohan dari Danantara ini nantinya akan ditinjau langsung oleh tim gabungan dari kementerian terkait. Hasil evaluasinya bakal menentukan bagaimana model ini bisa diterapkan di wilayah lain.
Tekanan dari Presiden jelas: percepat. Caranya? Dengan membuka lebar skema pendanaan. Rosan menyebutkan, Danantara diminta segera mengkaji berbagai opsi, baik dari dalam negeri maupun menggandeng swasta yang punya teknologi mumpuni di bidang panel surya dan baterai.
"Baik dari dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar dan baterainya," pungkas Rosan.
Jadi, perjalanan panjang menuju 100 GW itu sudah dimulai. Dengan langkah bertahap dan dukungan investasi yang ada, target itu bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.
Artikel Terkait
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Menko Pangan Beri Ultimatum 7 Minggu untuk Proyek Sampah Jadi Listrik
Andi Azwan Bantah Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi dengan Metode RetinaFace
Bank Mandiri Catat Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 16,6%