“Kebetulan gambar atau foto yang saya gunakan itu, covernya adalah gambarnya Bapak Prabowo pada saat kunjungan ke Papua,” ucap Steve menjelaskan.
Isi buku itu sendiri, katanya, adalah refleksi tentang perdamaian. Bukan cuma perdamaian secara luas, tapi juga yang bersifat personal. “Jadi buku ini menceritakan tentang bagaimana kita berdamai, baik berdamai dengan diri sendiri maupun berdamai dengan sesama kita. Tapi juga bagaimana kita menciptakan perdamaian di Indonesia,” jelasnya.
Pesan perdamaian itu rupanya sudah lama tertanam. Steve teringat pertemuan pertama mereka dulu, saat dia baru lulus S2 dari Universitas Pertahanan dan bersiap ke Inggris. Pesan Prabowo waktu itu sederhana tapi mendalam.
“Beliau menyampaikan saya harus menjalankan studi dengan baik, supaya pulang mengabdi untuk menjaga perdamaian di Indonesia dan berkontribusi juga untuk perdamaian dunia,” kenang Steve.
Sebuah pesan yang kini dia pegang teguh, jauh dari tanah air.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tutup Sementara 492 Dapur MBG di Sumatra karena Tak Miliki Izin Higiene
Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026 Antisipasi Ketegangan Timur Tengah
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS