Jakarta - Situasi di Timur Tengah yang memanas membuat pemerintah tak bisa tinggal diam. Terutama soal rencana ibadah haji tahun depan. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku pihaknya sedang menyiapkan sejumlah skenario untuk haji 2026. Ini dilakukan sebagai antisipasi, mengingat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum juga mereda.
"Berbagai skenario sedang kami persiapkan," ujar Dahnil ketika dihubungi via telepon, Sabtu (7/3/2026).
Namun begitu, dia enggan merinci skenario apa saja yang sedang digodok di Kemenhaj. Yang jelas, komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi akan segera dijalin. Tujuannya, untuk mendapatkan informasi langsung dan terkini soal kemungkinan penyelenggaraan haji di tengah gejolak ini.
"Termasuk pembicaraan dengan pihak Saudi Arabia (sedang disiapkan)," tambahnya.
Desakan untuk bersiap-siap ternyata juga datang dari parlemen. Sehari sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang secara terbuka meminta pemerintah menyusun rencana untuk skenario terburuk. Konflik yang meluas, kata dia, harus dijawab dengan kesiapan matang.
"Kita ingin pemerintah mengambil langkah-langkah. Langkah-langkah yang diambil itu mungkin berbagai alternatif," kata Marwan di Gedung DPR, Jumat (6/3/2026).
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tutup Sementara 492 Dapur MBG di Sumatra karena Tak Miliki Izin Higiene
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS
Bank Dunia: Ukraina Butuh Dana Rp9.900 Triliun untuk Rekonstruksi Pascaperang