Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, dijadwalkan akan memulai rangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia mulai bulan depan. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa lokasi pertama yang akan disambangi adalah Nusa Tenggara Timur.
“Bocorannya Pak Jokowi akan ke NTT mengunjungi budi daya rumput laut dan menyapa masyarakat NTT,” kata Freddy saat dihubungi, Senin (18/5/2026).
Meski demikian, Freddy menegaskan bahwa daftar lokasi kunjungan masih bersifat dinamis. Ia menyebut NTT sebagai titik awal pun masih bisa berubah sesuai perkembangan situasi. Namun, ia memastikan bahwa setiap perjalanan Jokowi ke daerah akan selalu didampingi oleh pengurus Projo setempat.
“Biasanya dalam kunjungan Pak Jokowi ke daerah, kami Projo pasti mendampingi beliau. Tentunya Projo daerah di mana Pak Jokowi berkunjung,” ujarnya.
Projo juga mengungkapkan alasan di balik keputusan Jokowi untuk kembali blusukan. Menurut Freddy, langkah ini diambil untuk menjaga kedekatan dengan rakyat. Jokowi, kata dia, ingin menunjukkan bahwa kebiasaannya melihat langsung kondisi masyarakat tidak berubah meski sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
“Visi besar Pak Jokowi kembali keliling Indonesia tentu untuk tetap menjaga koneksi emosional dengan rakyat tetap hidup, mempertahankan citra sebagai pemimpin rakyat, dan menunjukkan bahwa dirinya tidak berubah meski sudah tidak menjabat (tetap blusukan),” jelas Freddy.
Lebih lanjut, Freddy menjelaskan bahwa Jokowi menyadari kedekatan emosional sering kali lebih kuat daripada jabatan formal dalam politik Indonesia. Pilihan untuk kembali blusukan merupakan langkah strategis dalam menjaga loyalitas relawan.
“Oleh karena itu Pak Jokowi harus tetap menjaga loyalitas relawan, mempertahankan komunikasi dengan kepala daerah, pengusaha, tokoh masyarakat dan kelompok akar rumput, sekaligus memastikan pengaruh politiknya tetap relevan dalam perpolitikan Indonesia,” paparnya.
Saat ditanya apakah agenda blusukan ini merupakan ancang-ancang menghadapi Pemilu 2029, Freddy menjawab diplomatis. Ia mengatakan bahwa hal tersebut lumrah jika momen itu nantinya digunakan Jokowi untuk mendukung gagasan politik atau tokoh tertentu.
“Tentunya sah-sah saja dalam kehidupan demokrasi kalau misalnya nanti beliau mendukung gagasan tertentu, tokoh tertentu, membantu persatuan bangsa atau memberi motivasi dan arahan kepada relawan atau masyarakat,” ucap Freddy.
Rencana Jokowi keliling Indonesia pertama kali terungkap setelah ia bertemu dengan Ketua Umum Projo Budi Arie pada awal bulan ini. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut telah pulih 99 persen dan berencana memulai perjalanan pada Juni 2026. Pertemuan itu berlangsung pada Rabu (1/5) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Freddy menambahkan bahwa pertemuan antara relawan dan Jokowi akan digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali. Ia menegaskan bahwa kondisi Jokowi sudah sangat baik dan siap berkeliling Indonesia untuk menyerap aspirasi rakyat.
“Nanti akan ada pertemuan rutin Pak Jokowi dengan relawan, disepakati sekali dalam tiga bulan, tapi tetap pintu Pak Jokowi selalu terbuka kapan saja untuk para relawannya,” ujar Freddy, Selasa (12/5). “Kata Pak Jokowi 99% (pulih), Juni mungkin beliau sudah akan keliling Indonesia untuk menyapa rakyat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter
Polsek Manggala Gencarkan Patroli Dini Hari Antisipasi Geng Motor dan Tawuran
Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Dekat PLTN Barakah UEA, Sebut Ancaman bagi Stabilitas Kawasan
Juventus Kalah 0-2 dari Fiorentina, Posisi Empat Besar Serie A Terancam