Sebagai bagian dari komitmen, tim juga terlibat dalam forum IPITEX. Ajang tahunan ini memang jadi panggung bagi para penemu dari berbagai belahan dunia untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Sebelumnya, inovasi ini sudah lebih dulu menyabet penghargaan tertinggi Platinum di ajang internal Pertamina, APQA 2025. Proyek yang diketuai Adimas Prasetyaaji ini melibatkan sejumlah nama seperti Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, dan Faizal Ramadhan Nur, dengan fasilitator Ferdana Eldriansyah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan sudut pandang lain.
Baginya, penghargaan internasional ini membuktikan kapabilitas karyawan Pertamina yang mampu bersaing secara global. Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan dinilai strategis karena menciptakan nilai tambah finansial sekaligus mendukung komitmen pengurangan emisi.
Prestasi di IPITEX 2026 ini jelas memperkuat posisi Kilang Balikpapan sebagai pelopor inovasi di sektor energi nasional. Sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam peta inovasi global. Tahun itu, ajang IPITEX diikuti oleh 883 peserta dari 24 negara, mulai dari China, Jepang, Korea Selatan, hingga Polandia dan Rusia.
Sebuah pencapaian yang patut dicatat.
Artikel Terkait
OTT KPK Gagalkan Periode Kedua Wali Kota Madiun
Waspada! Kaleng Gembung dan Penyok Bisa Jadi Sinyal Bahaya Makanan Kaleng
Museum Nasional Bidik 780 Ribu Pengunjung pada 2026
Menkeu Purbaya Siap Sidak Perusahaan Baja China yang Diduga Main Kucing-kucingan Pajak