Kilang Balikpapan Pertamina baru saja mencatatkan prestasi di kancah internasional. Pada awal Januari 2026 di Bangkok, Thailand, inovasi mereka meraih apresiasi bergengsi dari National Research Council of Thailand (NRCT). Penghargaan ini datang untuk terobosan formula bahan bakar diesel bersulfur rendah, Pertadex.
Yang menarik, inovasi ini tak sekadar soal produk baru. Menurut keterangan perusahaan, formula Pertadex justru menjadi solusi cerdas untuk persoalan komposisi Avtur, bahan bakar pesawat. Intinya, mereka berhasil meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengganggu pasokan Avtur yang sudah ada.
General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk adaptasi.
Dampaknya cukup signifikan. Di tahun 2022 saja, inovasi ini telah menghasilkan lifting hingga 1.629 ribu barrel. Kontribusi keuntungannya mencapai 7,2 juta USD. Tak cuma itu, waktu produksi bisa dipangkas hampir tiga hari dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari. Dari sisi lingkungan, emisi karbon berhasil ditekan hingga 1.399 ton per tahun.
Nah, atas semua keunggulan itu, KPI Unit Balikpapan pulang membawa segudang penghargaan: Gold Medal, Invention Presentation, dan Exhibiting Valuable Invention. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong.
Hebatnya lagi, tim inovator Pertamina juga dapat Special Award dari asosiasi inventor Polandia, API&R. CEO API&R, Michal Szota, yang menyerahkannya sebagai bentuk apresiasi khusus.
Artikel Terkait
OTT KPK Gagalkan Periode Kedua Wali Kota Madiun
Waspada! Kaleng Gembung dan Penyok Bisa Jadi Sinyal Bahaya Makanan Kaleng
Museum Nasional Bidik 780 Ribu Pengunjung pada 2026
Menkeu Purbaya Siap Sidak Perusahaan Baja China yang Diduga Main Kucing-kucingan Pajak