Hino Bertahan di Pasar Truk yang Lesu, Rekor 25 Tahun Tak Tergoyahkan

- Senin, 19 Januari 2026 | 09:36 WIB
Hino Bertahan di Pasar Truk yang Lesu, Rekor 25 Tahun Tak Tergoyahkan

Tahun 2025 ternyata belum jadi tahun yang cerah untuk pasar kendaraan niaga di Indonesia. Angkanya menyusut: total penjualan hanya 64.181 unit, atau turun sekitar 12% dibanding tahun sebelumnya. Suasana pasarnya terasa lesu, tak menggeliat.

Namun begitu, di tengah tekanan itu, ada yang masih bisa bertahan dengan cukup baik. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), misalnya, berhasil mempertahankan cengkeramannya di beberapa segmen kunci. Mereka tak ikut-ikutan terpuruk.

Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, mengaku pencapaian ini berutang besar pada kepercayaan pelanggan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang terus mempercayakan bisnisnya kepada Hino. Kepercayaan inilah yang membuat Hino mampu mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut,”

ujar Susilo dalam sebuah keterangan.

Jagoan mereka, Hino 500 Series, lagi-lagi jadi penyumbang utama. Sepanjang tahun lalu, seri ini laku 11.710 unit dan menguasai 56% pasar di kelas truk menengah. Kenaikannya tipis sih, tapi cukup untuk mengukir rekor: seperempat abad Hino memimpin kelas itu tanpa jeda.

Kalau ditotal semua, Hino Indonesia menjual 20.517 unit sepanjang 2025. Angka itu datang dari beragam lini, mulai dari seri 300, 500, bus, hingga seri 700 yang berat. Mereka menyasar banyak sektor, dari logistik dan konstruksi sampai ke pertambangan.

Di sisi lain, performa di kelas truk ringan juga nggak bisa dibilang buruk. Hino 300 Series berhasil menjual 8.712 unit. Lebih menarik lagi, pangsa pasarnya naik jadi 21%, dari yang sebelumnya cuma 20%. Artinya, di pasar yang sedang menciut, Hino malah berhasil memperbesar pengaruhnya di segmen distribusi dan logistik ringan.

Untuk urusan yang lebih berat, Hino 700 Series tetap jadi andalan. Lini ini melayani kebutuhan sektor-sektor dengan medan operasional yang ekstrem, menjaga relevansi brand di seluruh spektrum kebutuhan niaga.

Menatap ke depan, optimisme masih dipegang.

“Ke depan, kami optimistis menghadapi tahun 2026 dengan terus memperkuat komitmen Total Support, agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang, efisien, dan berkelanjutan,”

tambah Susilo.

Jadi, meski pasar nasional sedang lesu, konsistensi Hino patut dicatat. Strategi produk yang tepat, didukung jaringan layanan dan purna jual yang kuat, rupanya jadi resep ampuh untuk tetap kompetitif. Bahkan ketika kondisi pasar sama sekali tidak bersahabat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar