Masalahnya, Piala AFF bukan turnamen agenda FIFA. Artinya, klub-klub Eropa tempat para pemain diaspora bernaung tidak wajib melepas mereka. Kemungkinan besar, Timnas akan tampil dengan komposisi yang berbeda dari saat berlaga di Kualifikasi Piala Dunia. Itu realitas yang harus dihadapi.
Namun begitu, Kesit tetap optimis. Baginya, target juara tetaplah sesuatu yang realistis. Catatan enam kali finalis bukanlah prestasi kecil. Itu menunjukkan bahwa Indonesia selalu ada di papan atas.
"Target untuk juara AFF masih realistis. Kita kan pernah enam kali finalis. Indonesia tetap dipandang sebagai tim favorit. Jadi bukan berlebihan kalau Timnas Indonesia ditargetkan juara AFF," pungkasnya.
Jadi, semua kini bergantung pada persiapan dan strategi Herdman. Bisakah dia meracik tim yang solid dari bahan baku yang mungkin tak selengkap yang diinginkan? Jawabannya akan terlihat dalam dua tahun ke depan. Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen biasa; bagi Garuda, ini adalah ajang pembuktian.
Artikel Terkait
MilkLife Soccer Challenge Tangerang Usai, Dua Sekolah Dasar Sabet Gelar Juara
Menkeu Purbaya: Dana Bencana Sumatera Tak Dipotong, Tapi Habiskan yang Mengendap Dulu
Arus Balik Libur Panjang: 157 Ribu Kendaraan Sudah Masuk Jakarta, Puncaknya Masih Berlanjut
Menteri Purbaya Turun Langsung Pantau Perbaikan Coretax