"Kita harus agile. Bulan ini mungkin optimistis, tapi Februari bisa saja ada hal baru. Makanya kita perlu punya tabungan atau buffer untuk menghadapi skenario terburuk,” katanya.
Di sisi lain, strategi defensif ini tidak berjalan sendirian. Mereka mengombinasikannya dengan upaya penguatan pendapatan berbasis komisi. Di sini, aplikasi Livin’ by Mandiri dan transaksi treasury jadi andalan. Pendekatan ini dianggap bisa menjaga pertumbuhan laba tanpa selalu mengandalkan penyaluran kredit yang notabene menggerus modal.
“Fee itu penting karena sifatnya berkelanjutan dan bebas kapital. Ini strategi kami untuk menopang pertumbuhan laba di luar pendapatan bunga,” pungkas Laurencius.
Jadi, intinya jelas: optimis, tapi tetap waspada. Mereka menyiapkan payung sebelum hujan, sambil terus berusaha mencari sumber pendapatan baru yang lebih stabil. Sebuah langkah bijak di tengah dunia yang serba tak pasti.
Artikel Terkait
Bangkit! Seruan Tito Karnavian Pecah di Rapat Pemulihan Sumatera
Donat Ayam Klungkung hingga Klepon Mochi: Dough Darlings dari Bali Hadir Sementara di Jakarta
Pertamina Pacu UMKM Pangan Naik Kelas Lewat Program Aggregator
Menhut Usulkan Tambah 21 Ribu Polhut untuk Kawal Hutan Indonesia