Setneg Tahan Keputusan Bongkar Tiang Monorel Senayan, Opsi Videotron Mengemuka

- Senin, 19 Januari 2026 | 17:30 WIB
Setneg Tahan Keputusan Bongkar Tiang Monorel Senayan, Opsi Videotron Mengemuka

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, akhirnya angkat bicara soal rencana Pemprov DKI membongkar tiang-tiang monorel mangkrak di kawasan Senayan. Rencana ini memang sudah mencuat beberapa waktu terakhir, menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Prasetyo Hadi membenarkan satu hal: wewenang atas kawasan Senayan itu memang ada di Sekretariat Negara. Jadi, urusan bongkar atau tidak, Setneg punya kata akhir.

"Kebetulan pekan lalu kami berkoordinasi," ujarnya saat ditemui wartawan di Kompleks Istana, Senin (19/1/2026).

"Memang betul dari sisi kawasan Senayan adalah kewenangan bagian dari Kementerian Sekretariat Negara, memang betul."

Namun begitu, keputusan untuk membongkar belum diambil. Menurut Prasetyo, pihaknya akan mengevaluasi dulu. Evaluasi baru akan dilakukan setelah proyek pembongkaran tiang monorel di kawasan Kuningan benar-benar selesai. Mereka ingin lihat hasilnya seperti apa, baru kemudian menentukan langkah untuk Senayan.

"Tapi memang kita belum sampai kepada keputusan untuk melakukan pembongkaran terhadap tiang monorel di area kawasan Senayan," tegasnya.

"Nanti kami mohon waktu segera kami koordinasikan setelah proses di Kuningan selesai, kita evaluasi hasilnya seperti apa."

Di sisi lain, proses pembongkaran sebenarnya sudah mulai berjalan di lokasi lain. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyebut prioritas saat ini adalah tiang-tiang di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Lalu bagaimana dengan Senayan? Pemprov DKI rupanya punya ide lain. Mereka tak ingin aset yang sudah berdiri itu sia-sia. Opsi pemanfaatan justru lebih dipertimbangkan.

“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar," kata Pramono.

"Tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan.”

Logikanya sederhana. Menurut Pramono, memanfaatkan tiang yang ada untuk videotron atau papan reklame jauh lebih bermanfaat. Selain menghindari kesan mubazir, langkah ini diharapkan bisa mendatangkan pemasukan baru bagi daerah. Daripada dibongkar habis dan jadi besi tua, lebih baik diubah jadi sesuatu yang produktif.

Jadi, nasib tiang-tiang monorel Senayan masih digantung. Menunggu evaluasi Setneg usai pekerjaan di Kuningan rampung, sambil menimbang gagasan Pemprov DKI untuk menyulapnya jadi media iklan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar