Namun begitu, tidak semua lokasi berjalan mulus. Di beberapa tempat, pekerjaan baru dimulai. Seperti di Kantor Datok Alur Bemban, yang baru mencapai 6 meter. Sementara untuk lokasi lain, seperti Puskesmas Kejuruan Muda, tim masih dalam tahap memobilisasi alat berat.
Lalu, bagaimana dengan kabupaten lain?
Di Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah rampung dan langsung dimanfaatkan. Titik-titiknya tersebar di beberapa huntara dan meunasah di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu. Untuk sumur bor dalam, pengerjaan masih berlangsung. Di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua, misalnya, baru mencapai 14 meter. Sedangkan di Kompleks Dinas Perpustakaan setempat, sudah menembus 27 meter.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, tim teknis juga masih aktif melakukan survei geolistrik di sejumlah desa lainnya. Tujuannya jelas: memastikan titik pengeboran tepat sasaran agar sumber air yang ditemukan benar-benar optimal. Desa-desa di Kecamatan Wih Pesam, Bener Kelipah, Permata, dan Bandar menjadi fokus kajian saat ini.
Upaya ini, meski terlihat teknis, punya dampak yang sangat manusiawi. Setiap meter pengeboran yang berhasil, berarti satu langkah lebih dekat untuk mengembalikan denyut kehidupan normal bagi warga Aceh yang terdampak.
Artikel Terkait
Mitsubishi Kembali Produksi Mobil Nissan, Termasuk Rogue PHEV dan Navara
Rabies: Saat Kewaspadaan Kita Hanya Bangkit Setelah Ada yang Tewas
Buruh Serbu Jakarta Besok, Tuntut UMP DKI Naik Jadi Rp5,89 Juta
Di Balik Sorak Sorai: Kisah Lelah dan Harapan Para Penjaga Panggung