“Sebagai sesama perempuan saya tau betul perjuangan beratnya. Saya jadi langsung ingat sosok ibu, dan rasanya lebih terharu sekarang,” imbuhnya.
Menurut Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, kegiatan ini bertujuan memperkuat narasi pemberdayaan lewat dokumentasi visual. Ia ingin menunjukkan bagaimana perempuan kerap menjadi pusat ketahanan dan agen perubahan dalam keseharian.
Di sisi lain, karya foto tersebut dibagi dalam tiga kategori: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembagian ini merepresentasikan pendekatan holistik PNM dalam mendampingi nasabahnya, yang jumlahnya mencapai 22,7 juta perempuan.
Pada akhirnya, pameran itu lebih dari sekadar pajangan. Ia menjadi pengingat sederhana di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Bahwa di balik mobilitas kota yang cepat, ada banyak kehidupan yang bertumpu pada perempuan-perempuan tangguh. Mereka terus menyala, bagai lentera bagi keluarga dan sekelilingnya.
Artikel Terkait
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir
Sahur On The Road Bisa Diisi Kegiatan Bermakna, Ini 5 Ide Alternatif