Namun begitu, ada hal lain yang perlu dicermati: soal harga.
Tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, khususnya sekitar Februari 2026, diprakirakan bakal meningkat. Indikatornya, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk bulan itu tercatat 168,6, naik dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan antisipasi harga yang biasa terjadi jelang bulan Ramadan.
Di sisi lain, ada secercah kabar baik untuk jangka menengah. Untuk enam bulan ke depan, tepatnya di Mei 2026, ekspektasi harga justru diproyeksikan mereda. IEH-nya turun ke level 154,5. Artinya, masyarakat dan pelaku usaha bisa sedikit bernapas lega karena tekanan harga diperkirakan akan berkurang nantinya.
Jadi, secara garis besar, konsumsi domestik di penghujung tahun lalu masih solid. Meski di depan ada bayangan kenaikan harga jangka pendek, prospek ke depannya justru terlihat lebih stabil.
Artikel Terkait
Sunderland Tundukkan Tottenham 1-0 Berkat Gol Tunggal Mukiele
BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Aset Bank Syariah Nasional Tembus Rp76 Triliun di Kuartal Pertama 2026
OJK Ubah Aturan SLIK, Hanya Catat Pinjaman di Atas Rp1 Juta untuk Akselerasi KPR Subsidi