Nah, karena berurusan dengan baterai lithium yang rawan, strategi standar pakai air saja dinilai kurang. Petugas kemudian menggunakan campuran air dan foam atau busa pemadam. Tujuannya jelas: memastikan api benar-benar padam sampai ke sel baterainya dan tidak berpotensi nyala kembali.
Siapa pemilik kendaraan mewah itu? Sayangnya, hingga kini belum diketahui. Petugas saat itu fokus total pada pemadaman. Lokasi kejadian sendiri disebutkan berada di area bengkel. Namun, penyebab pastinya masih gelap. Tim masih harus menyelidiki lebih lanjut.
Meski sempat mencemaskan, kejadian ini berakhir tanpa perluasan yang parah. Api berhasil dikarantina dan tidak menjalar ke bangunan atau kendaraan lain di sekitarnya. Upaya petugas memutus jalur api terbilang efektif.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan teknis dalam penanganan darurat kendaraan listrik. Meski kasusnya jarang, tetapi ketika terjadi, butuh prosedur yang spesifik dan berbeda dari mobil konvensional.
Artikel Terkait
Tol Sedyatmo Tergenang, Sembilan Pompa Dikerahkan untuk Atasi Banjir Menuju Bandara Soetta
Lentera Perempuan Menyala di Tengah Keramaian Stasiun MRT
Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut
Tiket Piala Asia Futsal 2026 Dilepas, Mulai Rp75 Ribu