Nah, karena berurusan dengan baterai lithium yang rawan, strategi standar pakai air saja dinilai kurang. Petugas kemudian menggunakan campuran air dan foam atau busa pemadam. Tujuannya jelas: memastikan api benar-benar padam sampai ke sel baterainya dan tidak berpotensi nyala kembali.
Siapa pemilik kendaraan mewah itu? Sayangnya, hingga kini belum diketahui. Petugas saat itu fokus total pada pemadaman. Lokasi kejadian sendiri disebutkan berada di area bengkel. Namun, penyebab pastinya masih gelap. Tim masih harus menyelidiki lebih lanjut.
Meski sempat mencemaskan, kejadian ini berakhir tanpa perluasan yang parah. Api berhasil dikarantina dan tidak menjalar ke bangunan atau kendaraan lain di sekitarnya. Upaya petugas memutus jalur api terbilang efektif.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan teknis dalam penanganan darurat kendaraan listrik. Meski kasusnya jarang, tetapi ketika terjadi, butuh prosedur yang spesifik dan berbeda dari mobil konvensional.
Artikel Terkait
Survei: 74,1 Persen Publik Puas dengan Kinerja Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Kembali ke Meja Perundingan
Sunderland Tundukkan Tottenham 1-0 Berkat Gol Tunggal Mukiele
BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah