Nah, karena berurusan dengan baterai lithium yang rawan, strategi standar pakai air saja dinilai kurang. Petugas kemudian menggunakan campuran air dan foam atau busa pemadam. Tujuannya jelas: memastikan api benar-benar padam sampai ke sel baterainya dan tidak berpotensi nyala kembali.
Siapa pemilik kendaraan mewah itu? Sayangnya, hingga kini belum diketahui. Petugas saat itu fokus total pada pemadaman. Lokasi kejadian sendiri disebutkan berada di area bengkel. Namun, penyebab pastinya masih gelap. Tim masih harus menyelidiki lebih lanjut.
Meski sempat mencemaskan, kejadian ini berakhir tanpa perluasan yang parah. Api berhasil dikarantina dan tidak menjalar ke bangunan atau kendaraan lain di sekitarnya. Upaya petugas memutus jalur api terbilang efektif.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan teknis dalam penanganan darurat kendaraan listrik. Meski kasusnya jarang, tetapi ketika terjadi, butuh prosedur yang spesifik dan berbeda dari mobil konvensional.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH