Bagi Zahra Muzdalifah, SEA Games 2025 Desember lalu meninggalkan rasa optimis yang kuat. Garuda Pertiwi memang pulang tanpa medali, tapi ada sesuatu yang berbeda. Kualitas permainan dan strategi tim, menurutnya, menunjukkan perkembangan yang nyata.
Faktanya, perjalanan tim di ajang itu memang berat. Dari empat pertandingan, hanya satu kemenangan yang berhasil direngkuh: saat mengalahkan Singapura 3-1 di babak grup. Tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan, termasuk saat berebut perunggu dari tuan rumah Thailand dengan skor 2-0. Hasil itu menempatkan Indonesia di posisi keempat, sekaligus mengulang capaian terbaik mereka di SEA Games.
Zahra tak menampik kesulitan itu. Menghadapi tim-tim kuat seperti Vietnam dan Thailand memang masih jadi tantangan besar. Namun begitu, ia melihat ada kemajuan yang positif. Rasa gentar yang dulu kerap menghantui, kini mulai pudar.
“Sejujurnya, SEA Games kemarin itu benar-benar sulit ya buat kita karena melawan Vietnam dan Thailand. Paling menurut aku yang masih bisa ngimbangin atau bisa memenangkan pertandingan cuma lawan Singapura,” kata Zahra saat berbincang di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu (11/1).
“Tapi, sejauh ini dari strategi pelatih pun juga, cara pelatih melatih dan pemain-pemain kita itu lebih baik dari sebelumnya. Dulu kita selalu takut melawan Thailand. Tapi kali ini aku punya rasa percaya diri, aku berani untuk revenge lawan Thailand lagi dan kita bisa kok gitu tuh,” lanjut pemain yang akrab disapa Zahmuz itu.
Artikel Terkait
Menteri Haji Tegaskan Keamanan Jamaah Jadi Prioritas Utama di Tengah Situasi Timur Tengah
Bale Syariah BSN Catat Transaksi Hampir Rp2 Triliun, Tanda Kepercayaan Meningkat
Menko Airlangga: Posisi Diplomasi Indonesia Makin Strategis di Mata Global
Pemerintah Targetkan 141.000 Rusun Bersubsidi di Meikarta untuk Atasi Keterjangkauan Hunian