Dampaknya langsung terasa. Kapasitas pengolahan minyak mentah bakal melonjak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel. Angka itu bisa memenuhi hampir seperempat kebutuhan BBM nasional. Bayangkan saja.
Di sisi lain, manfaatnya tak cuma soal jumlah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pernah bilang, begitu RDMP Balikpapan berjalan penuh, Indonesia malah bakal surplus solar. Surplusnya cukup besar, sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter.
“Agenda kami pada 2026 itu tidak ada impor solar lagi,” tegas Bahlil akhir Desember lalu.
Jadi, selain menghemat devisa karena impor berhenti, kualitas BBM dalam negeri juga naik kelas. Produk yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar Euro V yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Proyek ini, singkatnya, adalah langkah besar menuju ketahanan energi yang lebih mandiri.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz
KPK Tuntut Dua Eks Dirut Pertamina Kasus Korupsi LNG Senilai Rp1,7 Triliun
Persib Bandung Raih Kemenangan Dramatis dengan 10 Pemain Atas Bali United
Pemerintah Targetkan TKDN Kendaraan Listrik Minimal 60% Mulai 2027