“Kami sudah simulasi, sudah siapkan dana-dananya,” jelasnya.
Tapi itu baru sebagian kecil dari gambaran besarnya. Rupanya, masih ada pos-pos bantuan lain yang sudah dihitung. Untuk jaminan hidup, misalnya, disiapkan dana Rp326 miliar. Lalu ada bantuan hunian, baik sementara maupun tetap, senilai Rp169 miliar. Belum lagi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak, anggarannya sekitar Rp141 miliar.
Kalau dijumlah semua, kebutuhan totalnya bahkan menyentuh angka Rp2 triliun. Namun, dana yang benar-benar siap dicairkan saat ini baru lebih dari Rp600 miliar. Ada celah yang cukup lebar antara rencana dan kesiapan dana tunai.
“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” ucap Mensos.
Menghadapi situasi ini, koordinasi menjadi kunci. Kemensos mengaku terus berkomunikasi dengan Mendagri dan para kepala daerah. Tujuannya jelas: memastikan data valid dan bantuan tepat sasaran. Prosesnya mungkin terlihat lambat di lapangan, tapi klaimnya semua demi akurasi dan keadilan.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senin Ini, Investasi Rp 123 Triliun untuk Hentikan Impor BBM
Dari Truk Dakar hingga Motor Listrik: Wajah Otomotif yang Terus Berubah
Harga Pertamax dan Dexlite Turun, Pertalite Tetap Bertahan
Di Balik Pesona Danau Batur, Ancaman Racun Diam-Diam Mengintai