Wujud nyatanya? Ada penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan Fujian dan mitra Indonesia, dengan nilai total mencapai Rp36,4 triliun. Proyek-proyek ini merambah sektor strategis: dari logam dasar, pengolahan makanan laut, tekstil, hingga teknologi seperti drone, baterai, dan kecerdasan buatan.
“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam,” kata Airlangga.
Bidang yang dibidik pun makin beragam: infrastruktur, logistik, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, bahkan ketahanan pangan dan kesehatan. Semuanya di atas meja.
Soal iklim investasi, pemerintah berjanji terus berbenah. Reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan jadi prioritas agar Indonesia tetap jadi tujuan investasi yang menarik. Bahkan, sekarang sudah ada gugus tugas khusus untuk mempercepat program-program strategis, termasuk memangkas birokrasi untuk investasi.
Acara itu sendiri dihadiri deretan pejabat puncak. Mulai dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, beberapa menteri kabinet, hingga Duta Besar China untuk Indonesia. Kehadiran mereka seperti penegasan: kerja sama ini diperhatikan dari tingkat paling atas.
Semuanya menunjukkan, hubungan Indonesia-China sedang tidak main-main. Mereka membangun sesuatu yang lebih dari sekadar mitra dagang biasa.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas AS dan Israel di Tengah Kerusuhan yang Tak Kunjung Padam
Prabowo Pimpin Rapat Malam, Pacu Industri Tekstil hingga Semikonduktor
VinFast Serobot Peringkat Lima, Dominasi Jepang di Pasar Mobil RI Mulai Tergoyahkan?
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027