D. Surat Berharga
Nihil
E. Kas dan Setara Kas
Rp532.448.881
F. Harta Lainnya
Rp151.980.475
Rekapitulasi
Sub Total Harta: Rp6.021.119.023
Utang: Rp1.146.442.488
Total Harta Kekayaan Bersih: Rp4.874.676.535
Kasus ini ternyata bukan yang pertama. Sebelumnya, tiga pegawai di KPP yang sama sudah lebih dulu terjerat. Modusnya serupa: memberi diskon pajak tak wajar kepada wajib pajak, dalam hal ini PT Wanatiara Persada. Tapi, tampaknya praktik itu lebih luas jangkauannya.
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, memberikan penjelasan. Dari barang bukti yang diamankan, nilai uang yang ditemukan jauh lebih besar daripada yang diduga berasal hanya dari satu perusahaan.
Ujar Asep, Minggu (11/1/2026).
Ia enggan merinci nama-nama perusahaan lain yang diduga terlibat. Namun satu hal jelas: modus ini berulang.
tutup Asep. Investigasi pun terus bergulir, mengungkap lebih dalam praktik yang merugikan negara ini.
Artikel Terkait
Aplikasi Access by KAI Kuasai 76% Transaksi Tiket di Kuartal I 2026
Gus Ipul Tegaskan Penerimaan Murid Sekolah Rakyat 2026 Hanya Berbasis Data DTSEN
Mendagri Tito Tegaskan WFH bagi ASN Wajib, Daerah Diberi Ruang Diskresi
Survei: 74,1 Persen Publik Puas dengan Kinerja Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran