Kunci dari semua ini? Infrastruktur. Rencana investasi publik Vietnam untuk 2026 disebut-sebut bakal melonjak sekitar 26%. Wujudnya sudah bisa dilihat di lapangan. Proyek bandara baru dekat Kota Ho Chi Minh rencananya beroperasi tahun 2026. Sementara itu, proyek kereta api di utara yang didukung China sudah mulai dikerjakan.
Namun begitu, jalan menuju puncak tak selalu mulus. Masih ada pekerjaan rumah besar, terutama soal reformasi hukum dan memangkas birokrasi yang berbelit. Dua hal ini dianggap krusial untuk menjaga minat investor asing. Faktanya, lebih dari 2.000 proyek investasi masih terganjal masalah yang belum terselesaikan.
Sementara Vietnam berlari, Thailand seperti berjalan di tempat. OECD memprediksi pertumbuhan PDB riil Thailand di 2026 hanya akan mencapai 1,5%, turun dari tahun sebelumnya. Beban utang rumah tangga yang tinggi meredam konsumsi, sektor pariwisata masih lesu, dan tarif impar AS memberi tekanan ekstra pada manufaktur. Tak heran, dalam beberapa tahun terakhir, Suzuki hentikan produksi mobil di sana dan Honda pun mengurangi kapasitas pabriknya.
Peta ekonomi regional tampaknya sedang diacak ulang. Dan Vietnam, dengan segala optimisme dan tantangannya, sedang bersiap untuk mengambil posisi baru.
Artikel Terkait
Keluarga Gugat JetBlue Usai Penumpang Stroke Tak Tertolong di Pesawat
FCC Beri Izin, Armada Satelit Starlink Elon Musk Bakal Tembus 15.000 Unit
Nobar Berujung Ricuh: Petasan Picu Bentrok Suporter di Depok
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar