Namun begitu, jalan menuju ambisi energi itu tidak mulus. Venezuela memang punya cadangan luar biasa, tapi kondisinya memprihatinkan. Produksinya anjlok. Dulu, di era keemasan tahun 1970-an, negara ini bisa memompa lebih dari 3,5 juta barel per hari. Sekarang? Outputnya cuma sekitar sepertiganya, berkutat di angka 1 juta barel per hari.
Penurunan drastis ini punya sejarah panjang. Industri minyak Venezuela sudah lama tertekan. Sejak dekade 2010-an, sanksi-sanksi Barat mulai membelit. Trump sendiri, pada 2017, memperketat sanksi terhadap minyak Venezuela dan memotong aksesnya ke pasar AS. Tekanan itu jelas berdampak.
Di sisi lain, rencana Trump untuk membangkitkan kembali industri energi Venezuela dengan perusahaan-perusahaan AS juga dianggap sebagai pekerjaan rumah yang berat. Butuh waktu. Dan yang pasti, butuh uang yang sangat banyak miliaran dolar. Itu pun di tengah pasar minyak dunia yang sedang lesu dan penuh ketidakpastian. Banyak pengamat meragukan kecepatan pemulihannya. Jadi, meski cadangannya menggiurkan, mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi nyata adalah cerita yang sama sekali berbeda.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senin Ini, Investasi Rp 123 Triliun untuk Hentikan Impor BBM
Dari Truk Dakar hingga Motor Listrik: Wajah Otomotif yang Terus Berubah
Harga Pertamax dan Dexlite Turun, Pertalite Tetap Bertahan
Di Balik Pesona Danau Batur, Ancaman Racun Diam-Diam Mengintai