Bagi banyak orang, tas itu bukan sekadar wadah belanja. Ia jadi simbol bahwa si pemilik pernah jalan-jalan ke AS, semacam bukti pengalaman. Makanya, gak heran kalau minatnya makin tinggi.
Di situs seperti eBay atau pasar barang bekas Korea Selatan, tas yang harganya cuma US$2,99 itu dijual dengan harga selangit. Bahkan ada yang berani pasang banderol US$10.000. Gila, ya?
Ini semua tentu bukan soal kualitas bahannya. Bahannya ya kanvas biasa, desainnya juga sederhana. Nilainya justru datang dari rasa “langka” dan “eksklusif” itu. Karena tidak bisa dibeli sembarangan, jadilah ia barang koleksi.
Pada akhirnya, tas belanja murah ini telah berubah total. Dari sekadar fungsi praktis, kini ia menjelma jadi simbol identitas, kenangan jalan-jalan, dan tentu saja barang buruan para kolektor. Fenomena yang menarik sekaligus sedikit menggelikan, bukan?
Artikel Terkait
Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan
Baku Tembak di Perairan Kuba Tewaskan Empat Orang, Havana Tuduh Infiltrasi Teroris dari AS
Satpol PP Tunggu Rekomtek Dinas Citata untuk Bongkar 185 Lapangan Padel Ilegal
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone