Bagi banyak orang, tas itu bukan sekadar wadah belanja. Ia jadi simbol bahwa si pemilik pernah jalan-jalan ke AS, semacam bukti pengalaman. Makanya, gak heran kalau minatnya makin tinggi.
Di situs seperti eBay atau pasar barang bekas Korea Selatan, tas yang harganya cuma US$2,99 itu dijual dengan harga selangit. Bahkan ada yang berani pasang banderol US$10.000. Gila, ya?
Ini semua tentu bukan soal kualitas bahannya. Bahannya ya kanvas biasa, desainnya juga sederhana. Nilainya justru datang dari rasa “langka” dan “eksklusif” itu. Karena tidak bisa dibeli sembarangan, jadilah ia barang koleksi.
Pada akhirnya, tas belanja murah ini telah berubah total. Dari sekadar fungsi praktis, kini ia menjelma jadi simbol identitas, kenangan jalan-jalan, dan tentu saja barang buruan para kolektor. Fenomena yang menarik sekaligus sedikit menggelikan, bukan?
Artikel Terkait
Indonesia dan China Perkuat Kolaborasi, Nilai Perdagangan Tembus Rp2.100 Triliun
Setelah Mandek 12 Tahun, Proyek RS Sumber Waras Akhirnya Dapat Lampu Hijau
Kepala KPP Ditangkap KPK, Harta Rp4,8 Miliar Terkuak
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik