"Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah," aku Pramono.
Di sisi lain, sang Gubernur berusaha meluruskan kekeliruan itu. Dia menegaskan, pembangunan JPO sama sekali tidak berarti menutup akses penyeberangan bawah. Malah, ini jadi pilihan tambahan.
"Jalan kaki di bawahkan tetap dibuka kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, semua enggak ada yang ditutup,"
Jadi, skemanya sederhana: warga punya opsi. Mau lewat bawah atau atas, silakan. Yang penting, akses untuk semua kalangan, termasuk difabel, jadi lebih terjamin. Itu intinya.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah, Investor Asing Justru Borong Saham dan SRBI
Indro Warkop Prihatin: Pelaporan Pandji ke Polisi Dinilai Kemunduran Cara Berpikir
Ganjar Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD
Persija Siap Hantam Persib di GBLA, Perebutan Puncak Klasemen Taruhannya