Peta persaingan otomotif nasional bakal berubah lagi di tahun 2026. Pemicunya? Insentif fiskal untuk mobil listrik impor yang akan berakhir, ditambah rencana kenaikan PPN. Dua hal ini diprediksi bakal mengacak-acak strategi para pemain di lapangan.
Merek-merek asal China, yang selama ini begitu dominan di pasar elektrifikasi, kini mulai melihat bayang-bayang tantangan baru. Di satu sisi, segmen low cost green car (LCGC) konvensional berpotensi bangkit. Di sisi lain, mobil hybrid (HEV) juga makin banyak dilirik.
Menurut pengamat otomotif dari ITB, Yannes Martinus Pasaribu, gempuran merek China dengan harga kompetitif dan fitur melimpah sebenarnya sudah menggeser paradigma pasar. Konsumen tak serta merta mau kembali ke teknologi lama.
Ujarnya saat dihubungi Kamis lalu. Intinya, tanpa kehadiran produk elektrifikasi yang harganya terjangkau baik hybrid maupun listrik murni pasar berisiko mengalami kemunduran. Bayangkan saja, harga mobil listrik bisa melonjak usai insentif dicabut. Kalau sudah begitu, wajar jika konsumen kembali melirik LCGC yang lebih murah.
Namun begitu, strategi produsen China yang memangkas biaya produksi dan margin keuntungan justru membangun semacam 'tembok pertahanan'. Tujuannya jelas: agar konsumen tetap bertahan di jalur teknologi yang lebih maju.
lanjut Yannes. Jadi, agresivitas mereka bukan cuma soal harga murah semata. Ini soal efisiensi menyeluruh, mulai dari proses manufaktur, rantai pasok, hingga upaya lokalisasi komponen di dalam negeri.
Nah, pemerintah juga tak tinggal diam. Kemenperin berencana merombak skema insentif, yang nantinya akan berbasis TKDN, standar emisi, dan batasan harga. Tujuannya agar subsidi lebih tepat sasaran. Dengan kebijakan baru ini, pabrikan didorong untuk memproduksi secara lokal jika ingin dapat keringanan. Harapannya, industri otomotif dalam negeri secara keseluruhan bisa lebih sehat.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah, Investor Asing Justru Borong Saham dan SRBI
Indro Warkop Prihatin: Pelaporan Pandji ke Polisi Dinilai Kemunduran Cara Berpikir
Ganjar Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD
Persija Siap Hantam Persib di GBLA, Perebutan Puncak Klasemen Taruhannya